Kepada Kaum Teroris Khowarij 3.0

November 9, 2009

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala

Kemudian ketahuilah wahai ikhwani bahwasanya jihad terhadap jiwa adalah murodun lidzatihi (dimaksudkan untuk dirinya, tidak dimaksudkan untuk tujuan lain), adapun jihad terhadap musuh dengan perang maka murodun lighoirihi (dimaksudkan untuk tujuan lain) yaitu dimaksudkan untuk meninggikan kalimat Alloh. Dan sesuatu yang dimaksudkan untuk dirinya (murodun lidzatih) maka ia lebih didahulukan daripada sesuatu yang dimaksudkan untuk tujuan lain (murodun lighoirih).


Fase-fase Jihad fi Sabilillah

Setelah ini wahai ikhwan yang dimaksud jihad di dalam pembahasan dan pelajaran kita adalah jihad terhadap musuh dan memerangi musuh. Dan jihad ini yaitu jihad memerangi musuh sungguh telah melewati beberapa fase, lewatnya jihad di dalam fase-fase ini memiliki manfaat yang sangat agung, yaitu agar kita mengetahui kapan jihad itu disyariatkan dan kapan tidak disyariatkan, sehingga kita bisa melihat pada fase yang jihad disyariatkan pada fase tersebut, apabila kita hidup pada fase tersebut maka kita melaksanakan jihad yaitu jihad terhadap musuh/perang, tapi apabila kita tidak hidup pada fase tersebut (fase disyariatkannya jihad) maka kita menahan diri dari berjihad memerangi musuh sampai tiba fase yang jihad disyariatkan di dalamnya.

Read the rest of this entry »


Kepada Kaum Teroris Khowarij 2.0

October 29, 2009

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala

Dan setelah ini semua wahai saudara-saudaraku, tema pelajaran ini adalah “Jihad Antara Ghuluw (Sikap Berlebih-lebihan) dan Jafa’ (Sikap Meremehkan)”. Dan telah berlalu pembahasan tentang ghuluw dan jafa’, adapun JIHAD di dalam alqur’an dan sunnah dimutlakkan menjadi dua makna/memiliki dua makna:

  • Makna yang pertama adalah makna yang umum yaitu berjihad terhadap jiwa untuk mentaati Alloh serta berpegang teguh dengan syari’at, melaksanakan kewajiban, melazimi amal-amal sunnah, berjihad terhadap jiwa untuk meninggalkan semua yang harom, menjauhi semua yang dibenci atau dengan kata lain berjihad terhadap jiwa untuk beristiqomah dan menempuh apa yang diridhoi oleh Robb kita Yang Maha Mulia serta Maha Agung kekuasaanNya.

  • Adapun makna dari jihad yang kedua adalah memerangi musuh dan memerangi orang-orang kafir.

Read the rest of this entry »


Indonesia, Gempa Tiada Henti

October 28, 2009

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(Asy-Syuuro: 30)


Deretan gempa-gempa besar yang terjadi akhir-akhir ini, yakni gempa Padang, Sumatra Barat 7,6 SR, gempa Tasikmalaya 7,3 SR, gempa Jambi 7,0 SR, gempa Banten 6,4 SR, gempa Saumlaki, Maluku 7,3 SR, gempa Waingapu, NTT 6,1 SR, gempa Mentawai, Sumbar 5,0 SR, dan yang terakhir, sampai artikel ini ditulis, adalah gempa Bitung, Sulawesi Utara 5,1 SR. Allohu Akbar! Sungguh Alloh itu memang Maha Besar. Alloh juga Maha Kuasa. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Kita tentu percaya, tidak ada yang diciptakan oleh Alloh di dunia ini yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya.

Bencana alam berupa gempa yang bertubi-tubi ini seharusnya cukup menjadi peringatan bagi kita agar kita banyak-banyak beristighfar, bertaubat atas semua dosa-dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Semestinya dengan adanya musibah gempa ini menyadarkan kita betapa lemahnya kita di hadapan kuasa-Nya.

Melalui tulisan ini, penulis mengajak pembaca sekalian untuk segera introspeksi diri, dan marilah kita kembalikan urusan ini pada Alloh. Mari merenung sejenak, wahai Pembaca, tentang apa yang sudah kita lakukan di bumi Indonesia ini…

Read the rest of this entry »


Kepada Kaum Teroris Khowarij

October 21, 2009

Sebenarnya pembahasan ini bukan hanya ditujukan untuk kaum teroris saja tapi juga untuk kaum muslimin secara umum yang masih memiliki ghiroh di dalam mempelajari agamanya khususnya yang berkaitan dengan tema jihad. Akan tetapi kami melihat bahwa syubhat-syubhat yang ada di dalam pembahasan ini banyak sekali yang dijadikan jargon oleh kaum teroris, yang sebenarnya kalau kita cermati maka kita akan mendapati jargon-jargon yang digembar-gemborkan oleh kaum teroris tersebut tidak lebih dari sekedar gonggongan dari anjing-anjing neraka.

Dalam rangka ikut berperan serta di dalam membungkam gonggongan khowarij sang anjing-anjing neraka tersebut, maka kami tergerak untuk menterjemahkan pembahasan yang sangat bermanfaat lagi ilmiyah ini.

Sebelum kita membaca lebih jauh lagi, kami menasehati diri pribadi kami sendiri dan juga saudara-saudara kami untuk senantiasa memahami dien ini dengan berdasarkan ilmu, bukan berdasar emosi dan dendam kesumat belaka. Syaikh Amr Abdul Mun’im Salim hafidzohullohu ta’ala berkata, “Masalah ini pada jaman sekarang telah menyeret banyak sekali para pemuda yang hanya berbekal emosi dan semangat semata kepada sebab-sebab fitnah, padahal emosi dan semangat belaka keduanya tidak memiliki hak tidak memiliki peran di dalam hukum-hukum syariat, akan tetapi yang menjadi patokan adalah apa-apa yang berasal dari Alloh dan Rosul-Nya sholallohu ‘alaihi wa sallam. Maka dari itu yang menjadi kewajiban kita adalah berkonsentrasi di dalam mengumpulkan atsar-atsar para ulama salaf  berkaitan dengan masalah yang sangat penting ini”. (Al-Manhajus Salafy ‘inda Syaikh Nasiruddin Al-Albani halaman 197).

Read the rest of this entry »


Ada Dosa di Balik Gempa

October 5, 2009

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (Ar-Ruum: 41)


Untuk yang kesekian kalinya bangsa Indonesia ditimpa musibah bernama gempa. Gempa yang kabarnya mengguncang Padang, Sumatra Barat ini tentu amat layak menjadi perhatian kita bersama seluruh kaum Muslimin. Dalam menyikapi musibah ini hendaknya kita saling berlomba-lomba mengulurkan bantuan dan mengerahkan apa yang kita mampu kepada mereka saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Doa kita untuk mereka, semoga Alloh menurunkan kepada mereka ketenangan, ketentraman, dan kesabaran, serta memberikan nikmat berupa taubat yang sebenar-benarnya, keistiqomahan di atas al-Haq, dan waspada dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan adzab-Nya yang pedih.

Pembaca rohimakumulloh, kita amat percaya bahwa “Gempa Sumatra” ini bisa terjadi karena kehendak Alloh Subhanahu wa Ta’ala, bukan semata karena sebab alami. Gempa ini adalah teguran sekaligus ujian dari Alloh. Alloh Subhanahu wa Ta’ala menegur Sumatra dengan musibah gempa ini tentu ada sebabnya. Kita yakin, pasti ada dosa di balik gempa berkekuatan 7.6 SR ini.

Marilah sejenak kita menengok ke masa lalu.

Read the rest of this entry »


Asy-Syaikh Al-Utsaimin Rohimahulloh

June 2, 2009

Dia adalah Syaikh Muhammad bin Sholih bin Muhammad Al-Utsaimin Al-Wuhaibi At-Tamimi. Salah seorang anggota Hai’ah Kibarul Ulama di Kerajaan Saudi Arabia. Dosen di cabang Universitas Al-Imam Muhammad Ibnu Sa’ud Al-Islamiyah di Qoshim. Imam dan Khotib di masjid besar kota Unaizah. Dia dilahirkan di Unaizah, tanggal 27 Romadhon 1347 Hijriyah.

Syaikh Muhammad bin Ibrohim Syaqroh hafizhahulloh berkata tentangnya, “Tidak pernah terdengar dari Ibnu Utsaimin rohimahulloh bahwa dia suka keluar dari Jazirah Arab dan mengunjungi daerah lain. Disebutkan darinya bahwa yang paling berhak akan ilmunya adalah penduduk negerinya sendiri. Pernyataan ini benar dan tidak seorangpun yang membantahnya dan tidak ada alasan yang lebih tepat dari itu. Ada sebuah riwayat yang shohih dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam tentang nafkah, dia bersabda:

“Mulailah dengan dirimu. Bersedekahlah untuknya. Jika berlebih, untuk keluargamu. Jika untuk keluargamu berlebih, untuk kerabatmu. Jika untuk kerabatmu berlebih, untuk seterusnya dan seterusnya…” (Al-Irwa’, 833; Musykilatul Faqri, I/51; Ma’a Robbaniyin Ar-Rohalin, 18)

Walid Al-Husain hafizhahulloh –salah seorang muridnya- menulis riwayat hidup Asy-Syaikh dengan ringkas, disebutkan:

Read the rest of this entry »


Kepada Para Pengingkar Takdir

May 18, 2009

Ada kelompok manusia yang berlebihan dalam menolak takdir. Mereka menyatakan bahwa Alloh tidak menakdirkan perbuatan seorang hamba. Hamba berbuat dengan pilihan dan kemampuan sendiri tanpa terikat dengan takdir Alloh. Di antara mereka ada yang sampai menafikan ilmu Alloh terkait apa yang akan terjadi dan di antaranya mengimaninya. Mereka di masa sekarang adalah yang menetapkan ilmu Alloh, tetapi menolak takdir Alloh pada para hamba-Nya. Merekalah yang disebut Qodariyah.

Kepada mereka para pengingkar takdir tersebut (Qodariyah), kami katakan, tidakkah kalian ketahui bahwa takdir merupakan salah satu rukun iman? Pengingkaran kepada takdir berarti mencacati salah satu rukun iman. Seseorang yang rukun imannya cacat, tidak sempurna, tidak lengkap, maka dia bukanlah  orang yang beriman.

Read the rest of this entry »


Demi Alloh, Aku Akan Terus Menasihati Kalian!

May 11, 2009

Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Agama adalah nasihat”. “Bagi siapa, ya Rosululloh?” tanya para shohabat. Beliau menjawab, “Bagi Alloh, Rosul-Nya, Kitab-Nya, bagi para pemimpin Islam, dan bagi kaum muslimin umumnya.” (HR. Tirmidzi)

Pembaca, saya berharap Anda semua mau menerima nasihat dalam bentuk apa pun dan dari mana pun datangnya. Mampukah Anda melakukannya? Maukah Anda meng-iya-kan seseorang yang menunjukkan “aib” dan menceramahi Anda agar menjauhinya? Percayalah, bila Anda menerima dengan lapang, orang lain dengan mudah menerima ujaran-ujaran Anda dan tidak akan membantah.

Read the rest of this entry »


Kepada Penganut Tarekat Sufi

April 23, 2009

Kepada kaum yang tidak disukai, yang Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda tentangnya: “Akan ada di kalangan umat ini, suatu kaum yang kelewat batas dalam bersuci dan berdoa” (HR. Abu Dawud), yaitu yang berdoa dengan berteriak-teriak dan untuk sesuatu yang tidak layak. Belumkah sampai di telinga kalian firman Alloh: “Berdoalah kepada Robb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al-A’roof: 55) ?!

Kepada kaum yang “mabuk dzikir”, yang kurang puas dengan bacaan-bacaan dzikir yang telah dituntunkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, yaitu yang mengarang sholawat-sholawat baru, menambah-nambahi bacaan dzikir di tempat yang tidak semestinya, yang berdzikir sambil ditabuhi musik, dan yang berdzikir dengan berdiri menari-nari berputar-putar sempoyongan seperti orang kesurupan hingga mereka tidak ingat apa-apa. Tidakkah kalian ketahui, bahwa arti dzikir adalah ingat, dan dzikir itu adalah untuk mengingat Alloh?! Kalau kalian tahu, kenapa “puncak dzikir” versi kalian adalah ketika kalian berada di alam bawah sadar?!

Kepada kaum yang sesat, yang meyakini bahwa Alloh adalah panca indera dan organ tubuh manusia, yang percaya bahwa Alloh ada di mana-mana, yang beranggapan bahwa mereka adalah Alloh itu sendiri. Maha Suci Alloh dari apa yang kalian yakini! Ketahuilah, bahwa Alloh itu berada di atas langit, Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan bukan berada di tubuh-tubuh kalian!!!

Read the rest of this entry »


Menuntut Ilmu Hanya dari Buku dan Rekaman Kajian?

April 19, 2009

Yang jelas, mereka yang HANYA, sekali lagi HANYA, mencari ilmu (syar’i) lewat buku-buku dan kaset-kaset rekaman dan TIDAK mau hadir di majelis-majelis taklim adalah orang-orang yang BANGKRUT alias RUGI.

Memang, salah satu kecenderungan “manusia modern” saat ini adalah efisiensi waktu, sehingga untuk memperoleh informasi –termasuk informasi agama- mereka tidak perlu capek-capek (bersusah payah) datang ke sebuah tempat-tempat pengajian.

Namun, model manusia muslim modern yang begini ini, yang meninggalkan dunia taklim dan HANYA mencukupkan diri dengan buku-buku dan kaset-kaset rekaman, sungguh ia benar-benar berada dalam kerugian yang teramat besar.

Kenapa?

Read the rest of this entry »


Asy-Syaikh Bin Baaz Rohimahulloh

April 4, 2009

Dia adalah seorang imam, faqih, da’i besar, Abdul Aziz bin Abdulloh bin Abdurrohman Alu Baaz yang lahir di kota Riyadh pada tahun 1330 Hijriyah.

Dia mulai belajar dan menggali ilmu sejak kecil. Menghafal Al-Qur’an sebelum baligh. Dia belajar ilmu syariat dan bahasa Arab sejak masa kanak-kanak. Dia rajin dalam menuntut ilmu, sangat rajin, antusias, dan tidak pernah kendur semangatnya. Dia tidak pernah merasa bosan dan putus asa. Dia memerangi kesyirikan dalam bentuk apapun. Ber-amar ma’ruf nahi munkar. Dia adalah cerminan seorang da’i yang menyeru manusia kepada agama Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

Dr. Nashir bin Musfir Az-Zahroni menyebutkan dalam kitabnya Imam Hadzal Ashr sekilas tentang Asy-Syaikh bin Baaz Rohimahulloh dalam tulisannya, dia berkata, “Syaikh Abdul Aziz bin Baaz suatu ketika bersedia menceritakan dengan mengimlakan tentang kehidupannya. Kemudian, aku membacakannya kembali di hadapannya dan dia membenarkannya.

Dia berkata, ‘Aku bernama Abdul Aziz bin Abdulloh bin Abdurrohman bin Muhammad bin Abdulloh Alu Baaz. Aku dilahirkan di kota Riyadh, bulan Dzulhijjah tahun 1330 Hijriyah. Pada mulanya aku bisa melihat, kemudian aku menderita sakit di mataku pada tahun 1346 Hijriyah, lalu pandanganku mulai kabur disebabkan sakit itu. Aku memohon kepada Alloh Jalla wa ‘Ala agar menggantinya dengan ilmu di dunia dan balasan yang baik di akhirat, sebagaimana yang Ia janjikan melalui lisan Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wasallam. Aku juga memohon kehidupan yang terpuji di dunia dan akhirat.

Read the rest of this entry »


Kepada Aktivis Partai “Islam”

April 2, 2009

Inilah kisah tentang orang-orang yang sedang ngiler melihat dunia. Mereka adalah para aktivis partai “Islam” yang berlomba-lomba membual dan mengobral janji demi sebuah kursi kedudukan dengan dalih untuk memperjuangkan Islam. Berbagai cara dilakukan demi memperoleh suara sebanyak-banyaknya. Tak peduli walau harus pakai cara-cara harom sekalipun. Nyogok masyarakat melalui acara “bagi-bagi uang dan kaos” adalah salah satu aksinya.

Yah, begitulah kalau ambisi keduniawian telah mencapai klimaks-nya. Apapun dilakukan meski agama menjadi taruhannya. Benar kata Rosul, “Tidaklah dua ekor serigala yang lapar dilepas di tengah sekawanan kambing lebih merusak seseorang terhadap agamanya karena ambisinya untuk mendapatkan harta dan kedudukan.” [HR. Tirmidzi]

Read the rest of this entry »


Saksikan bahwa Aku Seorang Salafi!

March 30, 2009

As-Sam’ani dalam Al-Ansab (3/273) mengatakan: “Salafi, dengan mem-fathah sin dan lam kemudian yang terakhir (meng-kasroh) fa’, adalah nisbah kepada Salaf, menganut ajaran madzhab mereka sebagaimana kamu dengar dari mereka.”

Imam As-Safarini mengatakan: “Yang dimaksud madzhab salaf ialah apa yang berjalan di atasnya para shohabat yang mulia, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik (tabi’in), tabi’ut tabi’in, para imam Islam yang diakui keimaman mereka dan dikenal besar peranannya dalam Islam serta diterima ucapannya oleh kaum muslimin generasi demi generasi, bukan mereka yang tertuduh dengan kebid’ahan, atau dikenal dengan julukan yang tidak diridhoi, seperti khowarij, rofidhoh, qodariyah, murji’ah, jabriyah, jahmiyah, mu’tazilah, karromiyah dan sebagainya.”

Read the rest of this entry »