Ketika Kematian Disembelih

Hari ini, umat Islam merayakan hari qurban, yakni menyembelih hewan qurban untuk dipersembahkan kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala. Hewan qurbannya bisa berupa unta, lembu ataupun domba. Kelak, di hari kiamat besok juga akan ada “hari qurban”, yakni diperlihatkannya kita akan penyembelihan kematian. Kematian itu diwujudkan dengan seekor domba.

Pada hari kiamat nanti didatangkan al-maut (kematian) dalam rupa domba jantan yang gemuk lalu ada penyeru yang menyeru, “Wahai penduduk jannah!” Maka penduduk jannahpun menoleh dan melihat. Lalu penyeru itu berkata, “Kalian mengenali ini?” Mereka menjawab, “Ya, itu adalah kematian.” Mereka seluruhnya melihatnya.

Kemudian penyeru itu kembali berkata, “Wahai penduduk neraka!” Maka penduduk nerakapun menoleh dan melihat. Lalu penyeru itu berkata, “Kalian mengenali ini?” Mereka menjawab, “Ya, itu adalah kematian.” Mereka seluruhnya melihatnya. Kemudian (kematian yang berbentuk domba tersebut) disembelih lalu dikatakan: “Wahai penduduk jannah, kekal… tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kekal… tidak ada lagi kematian.” [HR. Bukhori]

Dalam riwayat Muslim disebutkan tambahan, “Maka penduduk jannahpun bertambah gembira sedang penduduk neraka bertambah susah.”

Amat beruntunglah orang yang ketika mati masih dalam keadaan muslim, sebab ia tak akan termasuk orang yang kekal di neraka.

Ya Alloh, matikanlah kami dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang sholih...

Jogja, 8 Desember 2008

Paiman bin Bandi al-Klateni

3 Responses to “Ketika Kematian Disembelih”

  1. Hanif Abu Hanif Says:

    bismillah…
    itu antum ambil dari mana, akhi?
    dari kajiannya ustadz Muhammad As-Sewed ya? dari kitab Aqidatus salaf ash-habul Hadits?
    barakallahu fiik

    Bukan. Kebetulan aja saat ana lagi baca-baca majalah. Terus nemuin itu hadits..
    Ketika bantu-bantu megangin kepala domba untuk disembelih ana sempat teringat hadits itu. Lalu ada keinginan untuk mempostingnya. Semoga bermanfaat.
    Wa fiika barokalloh..

  2. nickafdhal Says:

    Bismillaah…

    Wah, ana baru tahu hadist itu Akh….
    jaazakallaahu Khoyron……..

    Waiyyaka, Akh.
    Ini sebagai pengamalan hadits: “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat…”
    (riwayat Bukhari 6/361)

  3. abahnya zaid | salafiyunpad Says:

    assalamu’alaikum…senang bisa kenal antum akhi….
    syukron dah maen ke blog ana yah…barokallahu fik

    wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh…
    wafiikum barokalloh ya akhana abu zaid

Leave a Reply