<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Akh Paiman</title>
	<atom:link href="http://akhpaiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhpaiman.wordpress.com</link>
	<description>The Spirit of Salafi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 21:33:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akhpaiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/79d41f545479cbfc70eb8af8a42b4e6d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Akh Paiman</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://akhpaiman.wordpress.com/osd.xml" title="Akh Paiman" />
		<item>
		<title>Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu’?</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/19/menyentuh-wanita-membatalkan-wudhu%e2%80%99/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/19/menyentuh-wanita-membatalkan-wudhu%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 03:04:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Problema Anda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2603</guid>
		<description><![CDATA[Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi&#8217;iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu&#8217; seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta&#8217;lim-ta&#8217;lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2603&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi&#8217;iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu&#8217; seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta&#8217;lim-ta&#8217;lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu&#8217;. Saya jadi bingung, Ustadz. Oleh karena itu, saya mohon penjelasan yang gamblang dan rinci mengenai hal ini, dan saya ingin mengetahui fatwa dari kalangan ahlul ilmi tentang permasalahan ini. Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan Jazakumullah khairan katsira.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">(Abdullah di Salatiga)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-2603"></span><br />
<strong>Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsary:</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Masalah batal atau tidaknya wudhu&#8217; seorang laki-laki yang menyentuh wanita memang diperselisihkan di kalangan ahlul ilmi. Ada diantara mereka yang berpendapat membatalkan wudhu&#8217; seperti Imam Az-Zuhri, Asy-Sya&#8217;bi, dan yang lainnya. Akan tetapi pendapat sebagian besar ahlul ilmi, di antaranya Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan ini yang rajih (kuat) dalam permasalahan ini, tidak batal wudhu&#8217; seseorang yang menyentuh wanita. Wallahu ta&#8217;ala a&#8217;lam bish-shawab.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Syaikh Muqbil rahimahullahu ta&#8217;ala pernah ditanya dengan pertanyaan yang serupa dan walhamdulillah beliau memberikan jawaban yang gamblang. Sebagaimana yang Saudara harapkan untuk mengetahui fatwa ahlul ilmi tentang permasalahan ini, kami paparkan jawaban Syaikh sebagai jawaban pertanyaan Saudara. Namun, di sana ada tambahan penjelasan dari beliau yang Insya Allah akan memberikan tambahan faidah bagi Saudara. Kami nukilkan ucapan beliau dalam Ijabatus Sa-il hal. 32-33 yang nashnya sebagai berikut :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Beliau ditanya: &#8220;Apakah menyentuh wanita membatalkan wudlu&#8217;, baik itu menyentuh wanita ajnabiyah (bukan mahram), istrinya ataupun selainnya?&#8221; Maka beliau menjawab: &#8220;Menyentuh wanita ajnabiyah adalah perkara yang haram, dan telah diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dalam Mu&#8217;jamnya dari Ma&#8217;qal bin Yasar radliyallahu &#8216;anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sungguh salah seorang dari kalian ditusuk jarum dari besi di kepalanya lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim di dalam Shahih keduanya dari Abi Hurairah radliyallahu &#8216;anhu berkata, Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Telah ditetapkan bagi anak Adam bagiannya dari zina, senantiasa dia mendapatkan hal itu dan tidak mustahil, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengarkan, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah melangkah, dan hati cenderung dan mengangankannya, dan yang membenarkan atau mendustakan semua itu adalah kemaluan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka dari sini diketahui bahwa menyentuh wanita ajnabiyah tanpa keperluan tidak diperbolehkan. Adapun bila ada keperluan seperti seseorang yang menjadi dokter atau wanita itu sendiri adalah dokter, yang tidak didapati dokter lain selain dia, dan untuk suatu kepentingan, maka hal ini tidak mengapa, namun tetap disertai kehati-hatian yang sangat dari fitnah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mengenai masalah membatalkan wudhu&#8217; atau tidak, maka menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu&#8217; menurut pendapat yang benar dari perkataan ahlul ilmi. Orang yang berdalil dengan firman Allah &#8216;azza wa jalla :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Atau kalian menyentuh wanita</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka sesungguhnya yang dimaksud menyentuh di sini adalah jima&#8217; sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas radliyallahu &#8216;anhuma.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Telah diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari di dalam Shahihnya dari &#8216;Aisyah radliyallahu&#8217;anha, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam shalat pada suatu malam sementara aku tidur melintang di depan beliau. Apabila beliau akan sujud, beliau menyentuh kakiku. Dan hal ini tidak membatalkan wudhu&#8217; Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Orang-orang yang mengatakan bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu&#8217; berdalil dengan riwayat yang datang di dalam as-Sunan dari hadits Mu&#8217;adz bin Jabal radliyallahu &#8216;anhu bahwa seseorang mendatangi Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah mencium seorang wanita”. Maka Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam terdiam sampai Allah &#8216;azza wa jalla turunkan:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dirikanlah shalat pada kedua tepi siang hari dan pada pertengahan malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapuskan kejelekan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka Nabi shallallahu &#8216;alaihi wasallam berkata kepadanya :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berdirilah, kemudian wudhu&#8217; dan shalatlah dua rakaat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pertama, hadits ini tidak tsabit (kokoh) karena datang dari jalan &#8216;Abdurrahman bin Abi Laila, dan dia tidak mendengar hadits ini dari Mu&#8217;adz bin Jabal. Ini satu sisi permasalahan. Kedua, seandainya pun hadits ini kokoh, tidak menjadi dalil bahwa menyentuh wanita membatalkan wudhu&#8217;, karena bisa jadi orang tersebut dalam keadaan belum berwudhu&#8217;. Ini merupakan sejumlah dalil yang menyertai ayat yang mulia bagi orang-orang yang berpendapat membatalkan wudhu&#8217;, dan engkau telah mengetahui bahwa Ibnu &#8216;Abbas radliyallahu &#8216;anhuma menafsirkan ayat ini dengan jima&#8217;. Wallahul musta&#8217;an.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=7</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2603/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2603/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2603/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2603&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/19/menyentuh-wanita-membatalkan-wudhu%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Buruk Selalu Terulang, Tanya Kenapa?</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/01/kebiasaan-buruk-selalu-terulang-tanya-kenapa/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/01/kebiasaan-buruk-selalu-terulang-tanya-kenapa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 02:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2590</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin, kita pernah atau sering merasa kecewa dan menyesal terhadap apa yang telah kita lakukan. Baik karena perbuatan itu sebuah dosa dan maksiat, atau sebuah kebiasaan buruk yang sejujurnya ingin kita hilangkan. Namun setiap kalinya, hal itu terus terulang, dan kita terus merasa kecewa dan bersalah. Pernahkah kita ingin sekali berhenti onani, masturbasi, merokok, ngupil, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2590&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mungkin, kita pernah atau sering merasa kecewa dan menyesal terhadap apa yang telah kita lakukan. Baik karena perbuatan itu sebuah dosa dan maksiat, atau sebuah kebiasaan buruk yang sejujurnya ingin kita hilangkan. Namun setiap kalinya, hal itu terus terulang, dan kita terus merasa kecewa dan bersalah. Pernahkah kita ingin sekali berhenti onani, masturbasi, merokok, ngupil, kentut sembarangan, makan berlebihan, menggigit jari-jari kuku, menunda pekerjaan atau mengulang perbuatan-perbuatan lainnya yang ingin kita hentikan? Alih-alih berhenti, keinginan untuk terus melakukannya mungkin malah semakin menguat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sebenarnya, tidak ada manusia yang terlahir dengan kondisi memiliki begitu banyak kebiasaan buruk dan kebiasaan-kebiasaan yang tidak efektif. Sebagaimana keahlian lain yang kita pelajari dalam masa pertumbuhan seperti berbicara, makan, dan berjalan, kebiasaan-kebiasaan buruk juga kita pelajari dengan mengamati dan meniru orang lain karena terlihat bagus atau baik. Sehingga kita merasa senang, tenang dan nyaman saat mengulanginya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dalam perkembangannnya, kebiasaan-kebiasaan yang sudah terbentuk, baik maupun buruk, mengulang akan terus dipraktikkan meski alasan untuk melakukan tidak ada lagi. Bahkan ketika tidak ada lagi model untuk ditiru dan mengajak melakukannya, atau ketika ia tidak lagi mendatangkan perasaan nyaman. Memang, saat melakukannya dulu, kita mendapat rasa nyaman dan tenang. Dan itu terekam dengan baik sebagai informasi di dalam otak kita. Sehingga setiap kali kita menghadapi situasi yang sama, otak kita menyarankan dan mendorong kita untuk melakukan tindakan-tindakan yang familiar bagi kita. Otak menginformasikan bahwa tindakan-tindakan itulah yang terbaik untuk dilakukan guna mengurangi ketidaknyamanan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pembaca, kita tentu tidak mau terus menerus berada dalam zona pengulangan kebiasaan buruk seperti itu, apalagi kalau kebiasaan buruk itu termasuk dosa dan maksiat. Nah, pertanyaannya sekarang adalah: Bagaimana cara mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk itu?</span></p>
<p><span id="more-2590"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jawabnya, Insya Alloh, menggunakan kekuatan otak (pikiran) kita. Berfikir dengan cara berbeda dan merasakan hasilnya. Baik, mari kita perhatikan: kebiasaan-kebiasaan buruk kita yang selalu berulang, sebenarnya karena kita tidak pernah (bersungguh-sungguh) ingin merubahnya. Kita bahkan tidak mencoba mengubah cara kita berfikir tentang hal itu. Sehingga kalau tindakan-tindakan yang kita lakukan selalu sama, bagaimana hasilnya akan berbeda? Kita bisa berubah, hanya tidak tahu caranya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Padahal jika kita berfikir dengan cara berbeda, hasil yang akan kita dapatkan juga akan berbeda, sebab tindakan-tindakan yang kita pilih berbeda. Faktanya, cara kita berfikir akan menentukan cara kita berkomunikasi dengan pihak lain dan cara kita bertindak. Perbedaan pola pikir akan menyebabkan perbedaan tindakan-tindakan yang diambil, sehingga hasil yang didapatkan juga berbeda.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mungkin kita belum tahu bahwa otak kita memiliki kekuatan dahsyat yang bisa dimanfaatkan untuk mengubah kehidupan kita. Penelitian para ahli malah menunjukan bahwa 96% kekuatan otak ini masih diabaikan. Artinya, potensi otak manusia yang pernah diteliti terpakai hanya sekitar 4% saja.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kekuatan otak ini ada dua, yakni kekuatan berilmu dan kekuatan berkehendak. Dua kekuatan yang seharusnya kita manfaatkan, bukan sekedar kita ketahui. Yang pertama kekuatan ilmu (berfikir), kekuatannya tentu saja tergantung pada informasi (ilmu) yang masuk, pengalaman dan cara berfikir. Sedang kekuatan berkehendak tergantung pada keyakinan, kesabaran dan keteguhan memegang prinsip.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Artinya, semakin sedikit ilmu yang kita miliki, berarti semakin sedikit kemungkinan kita menyadari kesalahan yang kita lakukan. Bukankah kesadaran akan kesalahan dari kebiasaan-kebiasaan buruk kita itu, karena ilmu yang kita dapatkan belakangan bahwa semua itu memang buruk adanya? Sedang mereka yang tidak berpendapat hal-hal itu sebagai sesuatu yang buruk tentu saja tidak akan mengubahnya. Maka setiap kali kita berhenti mencari ilmu dan menggali informasi, berhenti pula kekuatan otak kita menyodorkan pilihan yang lain di luar kebiasaan kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Demikian  juga, semakin sedikit pengalaman kebaikan yang kita dapatkan selama masa pertumbuhan, semakin berat perjuangan yang kita butuhkan untuk berubah. Bukankah kita sering gagal merasakan manisnya ibadah, semisal sholat dan qiroatul Qur’an karena terlanjur biasa dengan senda gurau dan permainan?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setelah pilihan berubah ditetapkan, tugas selanjutnya adalah mempertebal keyakinan, kesabaran dan keteguhan. Keyakinan kita butuhkan guna mengatasi berbagai hambatan yang muncul, utamanya perasaan tidak nyaman yang muncul dalam diri kita karena memulai kebiasaan-kebiasaan baru. Kesabaran kita perlukan karena waktu yang dibutuhkan untuk berubah seringkali lama. Sedang keteguhan kita perlukan guna mengatasi komentar orang lain yang tidak mendukung perubahan itu, juga karena ia bukan pilihan yang popular. Bukankah hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Langkah selanjutnya segera memulai perubahan itu. Kita harus yakin bahwa hidup kita akan berubah jika kita berubah, bukan saat orang lain yang berubah. Berfikir positif bahwa kita mampu jika kita memang ingin berubah harus kita tanamkan kuat-kuat. Sebab berfikir negative dan pesimistis hakikatnya adalah sabotase terhadap diri kita sendiri.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jangan lupa, kekuatan berdoa kepada Alloh sebagai modal besar perubahan itu. Bukankah hanya ridho-Nya yang kita inginkan? Bahkan kesadaran berubah itupun muncul saat kita menyadari ada terlalu banyak hal yang tidak Dia ridhoi dalam kehidupan kita, yang karenanya kita ingin berubah? Kita yakin, Dia pasti menolong hamba-Nya yang bermujahadah di jalan-Nya. Bismillah, mari kita coba!<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">(Diolah dari beberapa sumber, mudah-mudahan bisa mendatangkan kebaikan buat sesama)</span></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2590&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/12/01/kebiasaan-buruk-selalu-terulang-tanya-kenapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Kaum Teroris Khowarij 5.0</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/16/kepada-kaum-teroris-khowarij-5-0/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/16/kepada-kaum-teroris-khowarij-5-0/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 15:43:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2579</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala
Yang kedua, dan di antara fenomena jafa’ (bentuk meremehkan) dalam masalah jihad adalah bahwasanya sebagian manusia ditimpa penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) dan patah semangat, lemah serta rendah keinginan untuk mencapai cita-cita yang mulia. Maka mereka menjadi takut terhadap jihad dan mereka menyangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2579&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Yang kedua, dan di antara fenomena jafa’ (bentuk meremehkan) dalam masalah jihad adalah bahwasanya sebagian manusia ditimpa penyakit wahn (cinta dunia dan takut mati) dan patah semangat, lemah serta rendah keinginan untuk mencapai cita-cita yang mulia. Maka mereka menjadi takut terhadap jihad dan mereka menyangka bahwa dengan jihad mereka akan kehilangan dunia mereka, sehingga mereka berkata, “ Wahai manusia janganlah kalian menyeru kepada jihad supaya kami tidak kehilangan dunia kami “.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan kita menolak ini, karena dengan jihad kita akan sampai pada kehidupan yang kekal yang terdapat di dalamnya apa-apa yang tidak pernah di lihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, tidak pula pernah terlintas di dalam hati manusia.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan telah berlalu ketika saya menyebutkan untuk kalian apa yang telah dikeluarkan oleh Imam Muslim dari hadits Abu huroiroh rodhiyallohu anhu bahwasanya Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>من مات ولم يغزو ولم يحدث نفسه بالغزو مات على سعبة من النفاق</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">“<em>Barang siapa mati dan belum sempat berjihad, dan tidak terlintas dalam jiwanya keinginan untuk berjihad maka ia mati di atas cabang dari kemunafikan” </em></span></p>
<p><span id="more-2579"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berlindunglah, wahai saudaraku, dari kematian di atas cabang kemunafikan dan mohonlah kepada Alloh agar mematikan kalian sebagai syahid fi sabilillah, dan persiapkanlah jiwa-jiwa kalian untuk berjihad, mudah-mudahan Alloh menganugerahkan kepada kita dengan rahmatNya dan Dia adalah Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang agar mematikan kita sebagai syahid sebagai mana hal ini juga diharapkan oleh Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Yang ketiga, dan di antara fenomena meremehkan di dalam urusan jihad adalah menyeru kepada perdamaian bersama orang kafir dengan sulhul mu’abbad (perjanjian damai selama-lamanya), sedangkan sulhul mu’abbad haram hukumnya di dalam syariat berdasarkan kesepakatan ahli ilmu, sebagaimana kesepakatan ini dinyatakan oleh Ibnul Qoyyim di dalam kitab <strong>Ahkamu Ahli Dzimmah</strong>, karena makna dari perdamaian selama-lamanya sama dengan menghilangkan syariat jihad, karena tidak ada perang dengan orang kafir selama-lamanya. Dan ini adalah kesalahan besar karena sesungguhnya syariat mengharamkan perjanjian damai selama-lamanya, akan tetapi dalam waktu yang sama syariat membolehkan adanya 2 macam perjanjian .</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Perjanjian yang pertama sulhul muaqqot (perjanjian damai dalam batas waktu tertentu), yang kedua sulhul mutlak (perjanjian mutlak).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Adapun sulhul muaqqot (perjanjian damai dalam batas waktu tertentu) adalah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi  sholallohu ‘alaihi wa sallam dengan orang-orang kafir quroisy sebagaimana di dalam shohih Bukhori dan Muslim dari hadits Anas dan Sa’ad, Nabi membuat perjanjian damai dengan kafir quroisy untuk tidak memerangi mereka dan mereka tidak memerangi kaum muslimin selama 10 tahun, perjanjian semacam ini tidak boleh dilanggar.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Adapun sulhul</span> <span style="color:#000000;">mutlak (perjanjian mutlak) berdasarkan pendapat yang lebih shohih dari Ahli ilmu adalah dibolehkan di dalam syariat dan ini adalah pendapat madzhab hanbali juga pendapat yang dipilih oleh Imam Syafi’i, demikian pula Ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul qoyyim, dan syaikh kami Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin  Baz, dan syaikh kami Al-‘Allamah Muhammad bin Sholih al ‘utsaimin dan sejumlah muhaqqiq yang lain.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Adapun makna sulhul mutlak adalah engkau berdamai dengan orang-orang kafir dengan untuk tidak memerangi mereka dan mereka tidak memerangimu, dengan niat apabila suatu saat engkau telah menjadi kuat engkau akan berkata kepada mereka, “Sudah habis perjanjian antara kami dengan kalian dan kami akan memerangi kalian bila kalian tidak masuk agama Alloh (agama Islam)“.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ini adalah sulhul </span>mutlak (perjanjian mutlak)<span style="color:#000000;">, perjanjian jenis ini disyariatkan, dan Ibnul Qoyyim di dalam kitabnya <strong>Ahkamu Ahli Dzimmah</strong> menyebutkan di antara dalil-dalilnya adalah perjanjian damai Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam terhadap orang yahudi sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar dan yang lainnya beliau bersabda, </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">نقركم على ذلك ما شئنا</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;"> “Kami menetapkan perjanjian ini sesuai dengan kehendak kami (sesuai batas waktu yang kami inginkan)“.</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Ini adalah bentuk di antara bentuk-bentuk perjanjian mutlak, jadi apabila engkau melihat negara Islam yang berdamai dengan orang kafir untuk tidak memeranginya maka jangan kamu masukkan ke dalam niat dan jangan kamu mencela negara ini serta jangan kamu kira bahwa ini adalah perjanjian damai selama-lamanya!!!, karena bisa jadi itu adalah perjanjian mutlak, karena perjanjian mutlak dan perjanjian mu&#8217;abbad (damai selama-lamanya) secara dzohir adalah sama, yang membedakan antara keduanya adalah niat</strong> sebagaimana di dalam dua kitab shohih Bukhori dan Muslim dari hadits Umar rodhiyallohu ‘anhu Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">وإنما لكل امرء ما نوى</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya&#8221;</em></p>
<p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka tidak selayaknya bagi seorang muslim untuk memastikan sesuatu yang buruk bagi saudaranya padahal ia mengetahui bahwa saudaranya tersebut membawa amal-amal yang baik. Ini adalah beberapa fenomena jafa’ (meremehkan) di dalam masalah jihad.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bersambung&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad al-Bayaty dari muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Ar Royyis berjudul <em>“Al Jihad bainal Ghuluw wal Jafa’”</em> untuk Blog</span> <a href="../2009/11/15/" target="_self">Akh Paiman</a><span style="color:#000000;">)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2579&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/16/kepada-kaum-teroris-khowarij-5-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Kaum Teroris Khowarij 4.0</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/15/kepada-kaum-teroris-khowarij-4-0/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/15/kepada-kaum-teroris-khowarij-4-0/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 13:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2575</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala
Ikhwani (saudaraku), sesungguhnya telah terjadi pada kelompok-kelompok yang tidak sedikit, sikap jafa’ (meremehkan) di dalam masalah jihad dan terjadi pada sebagian kelompok yang lain sikap ghuluw (berlebih-lebihan) di dalam masalah ini. Adapun fenomene-fenomena jafa’ (meremehkan) jihad maka sangat banyak sekali, saya akan menyebutkan beberapa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2575&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ikhwani (saudaraku), sesungguhnya telah terjadi pada kelompok-kelompok yang tidak sedikit, sikap jafa’ (meremehkan) di dalam masalah jihad dan terjadi pada sebagian kelompok yang lain sikap ghuluw (berlebih-lebihan) di dalam masalah ini. Adapun fenomene-fenomena jafa’ (meremehkan) jihad maka sangat banyak sekali, saya akan menyebutkan beberapa di antaranya secara ringkas : </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Yang pertama dan ini sudah sangat tersebar di jaman ini, yaitu mengingkari adanya jihad tholab (menyerang duluan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kalian banyak mendengar dari orang-orang Ibrani, orang-orang sekuler, sebagian orang-orang Islam, sebagian orang-orang yang lemah agamanya, sebagian orang-orang bodoh, kalian banyak mendengar mereka entah itu di siaran-siaran, media yang tersebar atau di buletin-buletin atau di majalah-majalah atau di majelis-majelis, kalian mendengar mereka berkata sesungguhnya tidak dibenarkan memerangi musuh atau kita memulai memerangi musuh, sesungguhnya perang dan jihad di dalam syariat adalah jihad daf’i (perang mempertahankan diri).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ini adalah kedustaan terhadap syariat Muhammad bin Abdulloh sholallohu ‘alaihi wasallam. Bahkan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam berperang dan berjihad dengan dua bentuk jihad baik itu jihad daf’i ataupun jihad tholab.</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span id="more-2575"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bahkan ada sebagian dari mereka menisbatkan kepada Imam Ibnu taimiyah rohimahullohu ta’ala bahwasanya beliau berkata, sesungguhnya tidak didapatkan didalam syariat kecuali jihad daf’i saja (perang mempertahankan diri saja), dan tidak didapatkan di dalam syariat adanya jihad tholab (memulai peperangan). Mereka menisbatkan hal ini kepada Ibnu taimiyah, diantara mereka adalah Al Qordhowi dan yang lainnya, dan ini adalah kesalahan yang besar, dan mereka beralasan dengan kalimat yang diucapkan oleh Abul Abbas Ibnu Taimiyah rohimahulllohu ta’ala yang mana beliau mensifati jihad, bahwasanya jihad itu hanya dilakukan dalam keadaan darurat. Mereka berkata perkataan Ibnu Taimiyah bahwa jihad hanya dilakukan dalam keadaan darurat ini menunjukan bahwa beliau tidak berpendapat kecuali hanya ada satu jihad saja yaitu jihad daf’i tanpa adanya jihad tholab.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan ini adalah kesalahan terhadap Abul Abbas Ibnu Taimiyah rohimahullohu ta’ala, supaya penjelasan kesalahan mereka atas apa yang mereka nisbatkan pada Ibnu Taimiyah sesuai dengan porsinya, maka saya akan membacakan untuk kalian perkataan beliau Rohimahullohu ta’ala. Beliau (Ibnu Taimiyah) rohimahullohu ta’la berkata, “Bahwasanya telah maklum bahwa perang itu disyariatkan karena darurat, seandainya manusia beriman terhadap penjelasan dan ayat, tidak akan dibutuhkan perang itu. Maka menjelaskan ayat-ayat Islam dan penjelasan-penjelasanya wajib secara mutlak, wajib secara asal, adapun jihad maka disyariatkan karena darurat…” (sampai akhir pekataan beliau rohimahullohu ta’ala)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ikhwani, perkataan Imam Ibnu Taimiyah bahwasanya jihad disyariatkan karena darurat apa maksudnya????? Bahwasanya syariat tidak berhias dengan penumpahan darah, tidak pula dengan pelanggaran nyawa, akan tetapi berhias dengan peninggian kalimat Alloh dan menyebarkannya di bumi, dan mengeluarkan manusia dari beribadah kepada makhluk menuju peribadahan kepada Pencipta makhluk, bila manusia menerimanya alhamdulillah, bila enggan dan menolak maka kita memeranginya karena darurat. Bila tidak maka aslinya kita itu mengharap mereka supaya masuk islam tanpa adanya perang. Inilah makna perkataan beliau (Ibnu Taimiyah) rohimahullohu ta’ala, yang menunjukan hal ini adalah apa yang telah lalu, dan saya telah membacakan untuk kalian fase-fase disyariatkannya jihad mengambil dari perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, bahwasanya beliau menyebutkan fase terakhir yang menjelaskan disyariatkan untuk Nabi sholallohu alaihi wa sallam agar memulai perang terhadap orang-orang kafir (jihad tholab).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Apabila ini telah jelas dan telah diketahui maka wajib untuk kita ketahui bahwasanya jihad di dalam syariat itu masyru’ (disyariatkan) entah itu berupa jihad daf’i (mempertahankam diri) ataupun jihad tholab (memulai menyerang). Dan bahwasanya jihad tholab sebagaimana yang akan datang, bukanlah dimaksudkan untuk jihad itu sendiri, akan tetapi dimaksudkan untuk tujuan lain yaitu untuk meninggikan kalimat Alloh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bersambung&#8230;</span></p>
<p><span style="color:#000000;">(Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad al-Bayaty dari muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Ar Royyis berjudul <em>“Al Jihad bainal Ghuluw wal Jafa’”</em> untuk Blog </span><a href="../" target="_self">Akh Paiman</a><span style="color:#000000;">)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2575&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/15/kepada-kaum-teroris-khowarij-4-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Penghuni Surga Menyesal</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/13/ketika-penghuni-surga-menyesal/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/13/ketika-penghuni-surga-menyesal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2550</guid>
		<description><![CDATA[Anda tidak perlu heran dengan judul di atas. Itu kenyataan, bukan mengada-ada. Ketika berada di surga nanti sebagian para penghuninya memang benar-benar akan menyesal. Menyesal? Bukankah para penghuni surga itu ketika di dunia mengisi hidupnya untuk beribadah dan taat kepada Alloh? Dan bukankah di dalam surga itu terdapat kenikmatan yang tiada tara, sebuah kenikmatan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2550&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Anda tidak perlu heran dengan judul di atas. Itu kenyataan, bukan mengada-ada. Ketika berada di surga nanti sebagian para penghuninya memang benar-benar akan menyesal. Menyesal? Bukankah para penghuni surga itu ketika di dunia mengisi hidupnya untuk beribadah dan taat kepada Alloh? Dan bukankah di dalam surga itu terdapat kenikmatan yang tiada tara, sebuah kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terbetik di dalam hati umat manusia? Kenapa mereka menyesal?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Baik, jawaban untuk pertanyaan di atas terdapat pada hadits berikut ini:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Rosululloh shollallohu &#8216;alahi wasallam bersabda: &#8220;Tidak ada sesuatu yang lebih disesali oleh para penghuni surga selain atas satu saat yang pernah mereka lalui di dunia, yang tidak mereka gunakan untuk mengingat Alloh.&#8221; (HR. Ath-Thobroni, dishohihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani <em>Rohimahulloh</em>. Lihat: <strong>Shohih Jami&#8217; Shoghir no. 5322</strong>)</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span id="more-2550"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Subhanalloh&#8230;</em> Para penghuni surga menyesal karena mereka pernah melewati suatu waktu yang tidak dimanfaatkan untuk mengingat Alloh. Mereka menyesal karena ketika di dunia  mereka telah menyia-nyiakan waktu dan tidak menggunakannya untuk berdzikir kepada Alloh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ibnu Qoyyim pernah berkata, &#8220;Sungguh setiap nafas yang keluar dan keringat yang menetes bukan pada jalan Alloh dan aktivitas yang bermanfaat, kelak hari kiamat adalah penyesalan-penyesalan&#8221;.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Beliau juga pernah berkata, &#8220;Waktu, pada hakikatnya adalah umur bagi manusia. Ia adalah modal kehidupan abadi di surga kenikmatan, tetapi juga modal kehidupan sengsara dalam adzab yang pedih di neraka. Waktu berjalan cepat, secepat perjalanan awan. Maka barangsiapa waktunya semata untuk Alloh dan berada di jalan-Nya, maka waktu akan menjadi nafas dan umurnya. Sebaliknya, jika waktu digunakan untuk selainnya, maka waktu tidak terhitung sebagai bagian hidupnya. Sebab ia menjalani hidup ini bagaikan kehidupan binatang. Dan apabila ia menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan angan-angan semu, maka ia lebih baik mati saja.&#8221; <strong>(Al-Jawabul Kafi, hal. 184)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Nah, untuk itu, mari kita berusaha sepenuh hati dan berlomba-lomba untuk menjadi penghuni surga yang tidak menyesal.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">Jogja, 25 Dzulqo&#8217;dah 1430 H</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>Paiman bin Bandi al-Klateni</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2550/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2550/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2550/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2550&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/13/ketika-penghuni-surga-menyesal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>