<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Akh Paiman</title>
	<atom:link href="http://akhpaiman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhpaiman.wordpress.com</link>
	<description>The Spirit of Salafi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 09:07:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='akhpaiman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/79d41f545479cbfc70eb8af8a42b4e6d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Akh Paiman</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kepada Kaum Teroris Khowarij 3.0</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/09/kepada-kaum-teroris-khowarij-3-0/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/09/kepada-kaum-teroris-khowarij-3-0/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 15:41:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2502</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala
Kemudian ketahuilah wahai ikhwani bahwasanya jihad terhadap jiwa adalah murodun lidzatihi (dimaksudkan untuk dirinya, tidak dimaksudkan untuk tujuan lain), adapun jihad terhadap musuh dengan perang maka murodun lighoirihi (dimaksudkan untuk tujuan lain) yaitu dimaksudkan untuk meninggikan kalimat Alloh. Dan sesuatu yang dimaksudkan untuk dirinya (murodun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2502&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian ketahuilah wahai ikhwani bahwasanya jihad terhadap jiwa adalah murodun lidzatihi (dimaksudkan untuk dirinya, tidak dimaksudkan untuk tujuan lain), adapun jihad terhadap musuh dengan perang maka murodun lighoirihi (dimaksudkan untuk tujuan lain) yaitu dimaksudkan untuk meninggikan kalimat Alloh. Dan sesuatu yang dimaksudkan untuk dirinya (murodun lidzatih) maka ia lebih didahulukan daripada sesuatu yang dimaksudkan untuk tujuan lain (murodun lighoirih).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Fase-fase Jihad fi Sabilillah</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Setelah ini wahai ikhwan yang dimaksud jihad di dalam pembahasan dan pelajaran kita adalah jihad terhadap musuh dan memerangi musuh. Dan jihad ini yaitu jihad memerangi musuh sungguh telah melewati beberapa fase, lewatnya jihad di dalam fase-fase ini memiliki manfaat yang sangat agung, yaitu agar kita mengetahui kapan jihad itu disyariatkan dan kapan tidak disyariatkan, sehingga kita bisa melihat pada fase yang jihad disyariatkan pada fase tersebut, apabila kita hidup pada fase tersebut maka kita melaksanakan jihad yaitu jihad terhadap musuh/perang, tapi apabila kita tidak hidup pada fase tersebut (fase disyariatkannya jihad) maka kita menahan diri dari berjihad memerangi musuh sampai tiba fase yang jihad disyariatkan di dalamnya.</span></p>
<p><span id="more-2502"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Al-Imam Ibnu Taimiyah rohimahullohu ta’ala sebagaimana di dalam kitab <strong>Jawabush Shohih</strong> jilid 1 halaman 237 : &#8220;Nabi diperintahkan untuk menahan diri dari jihad karena ketidak mampuannya dan ketidak mampuan kaum muslimin dari berjihad, kemudian ketika beliau berhijrah ke madinah sehingga beliau memiliki penolong maka beliau diijinkan untuk berjihad, kemudian ketika kaum muslimin menjadi kuat maka diwajibkan atas mereka untuk berperang, dan perang terhadap orang kafir itu tidak diwajibkan karena mereka (kaum muslimin) belum mampu untuk memerangi semua orang-orang kafir, ketika Alloh telah membukakan mekkah dan serangan quraisy telah berhenti begitu pula raja-raja di arab dan mereka mengirim utusan-utusan Arab kepada Nabi dengan Islam, maka Alloh memerintahkan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam untuk memerangi orang-orang kafir semuanya kecuali yang mempunyai perjanjian dalam masa tertentu, adapun perjanjian yang mutlak/perjanjian damai selama-lamanya maka Nabi diperintahkan untuk melanggarnya. Adapun yang membatalkan perjanjian mutlak maka Nabi tidak memeranginya.&#8221; (habis perkataan beliau rohimahullohu ta’ala)</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Renungilah perkataan beliau rohimahullohu ta’ala ketika beliau berkata: &#8220;Nabi diperintahkan untuk menahan diri dari berperang karena ketidak mampuanya.&#8221; Ini menunjukan bahwa memerangi kaum kufar dalam keadaan tidak mampu adalah sesuatu yang harom, karena kita diperintahkan untuk menahan diri dari berperang, sedangkan perintah itu konsekwensinya adalah wajib.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian renungkan perkataan beliau! Ini akan kita perlukan nanti, yaitu ketika beliau berkata: &#8220;Ketika Alloh telah membukakan mekkah dan serangan quraisy telah berhenti demikian pula raja-raja arab dan mereka mengirim utusan-utusan Arab dengan Islam (perhatikan&#8230;!!! -Syaikh Abdul Aziz) maka Alloh memerintahkan  Nabi untuk memerangi orang-orang kafir semuanya&#8221;. Perkataan Imam Ibnu Taimiyah ini akan kita butuhkan nanti bahwasanya syari&#8217;at Islam mensyari&#8217;atkan adanya perang TOLAB/JIHAD OFENSIF (memulai peperangan/menyerang) sebagaimana pula disyari&#8217;atkan adanya perang DAF’I/JIHAD DEFENSIF (mempertahankan diri), dan bahwasanya Imam Abul Abbas Ibnu Taimiyah menetapkan adanya jihad ofensif/menyerang lebih dulu sebagaimana yang akan datang penjelasanya, insya’Allohu ta’ala.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Imam Ibnul Qoyyim rohimahullohu ta’ala di dalam kitabnya <strong>Zaadul ma’ad</strong> jilid 3 halaman 139 beliau menyebutkan fase-fase jihad dan berkata :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;Setelah diangkat menjadi Nabi, Beliau tinggal di mekkah selama sekian puluh tahun menampakkan dakwahnya tanpa berperang tidak pula jizyah/upeti dan beliau diperintahkan untuk menahan diri, sabar dan damai. Lalu beliau diijinkan untuk berhijrah dan beliau dijinkan untuk berperang kemudian beliau diperintahkan untuk memerangi siapa saja yang memerangi beliau dan diperintahkan untuk menahan diri dari orang yang memuliakan/menghormati beliau dan tidak memeranginya. Kemudian Alloh memerintahkan Beliau untuk memerangi kaum musyrikin sampai agama ini mendapat pertolongan Alloh yang Maha Mulia dan Maha Agung kekuasaanNya.&#8221; ( habis perkataann beliau rohimahullohu ta’ala).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Imam Syinkiti di dalam kitab <strong>Al Adzabul Munir min Majalis Syinkiti fi Tafsir</strong> jilid 5 halaman 2128 : &#8220;Dan demikian pula perang, karena perang itu urusan besar, berat bagi jiwa dan dikarenakan di dalamnya terdapat pengorbanan darah dan harta yang tiga, maka pada awal kalinya jihad itu diijinkan tanpa diperintahkan/tanpa ada kewajiban berdasarkan firman Alloh ta’ala:</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ</strong> @ <strong>الحج : ٣٩</strong></span><span style="color:#000000;"> </span> <span style="color:#000000;"> </span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.&#8221;</em> <strong>(Al-Hajj 39)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Alloh mengijinkan dahulu kemudian setelah itu jihad diwajibkan pada suatu keadaan tertentu tidak pada keadaan yang lain, maka Alloh mewajibkan untuk memerangi orang yang memerangi kaum muslimin, tapi Alloh tidak memerintahkan untuk memerangi orang yang tidak memerangi kaum muslimin di dalam firmannya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ</strong> @ <strong>البقرة : ١٩١</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.&#8221;</em> <strong>(Al Baqoroh: 191)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian ketika jiwa telah terbiasa dengan perang maka Alloh mewajibkan jihad perang dengan kewajiban yang mutlak dan umum dengan firmanNya :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ</strong> @ <strong>التوبة : ٥</strong></span><span style="color:#000000;"> </span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8216;Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian&#8217;</em>.&#8221; <strong>(At Taubah: 5)</strong>- (habis perkataan beliau rohimahullohu ta’ala ).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jadi ikhwani jihad itu melewati fase-fase ini, dan hal ini memberi manfaat pada kita berupa pengetahuan kapan jihad itu disyariatkan dan kapan tidak disyariatkan.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Hukum jihad</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian ketahuilah wahai ikhwan jihad itu wajib berdasarkan ijma’ kaum muslimin, tapi mereka berselisih apakah hal itu fardhu kifayah sebagaimana perkataan jumhur ahli ilmu ataukah jihad itu fardhu ain seperti perkataan Sa’id bin al musayyib. Adapun perkataan jumhur ahli ilmu menyelisihi perkataan Sa’id bin al musayyib ini, termasuk juga Imam empat madzhab menetapkan bahwa jihad itu adalah fardhu kifayah. Yang menunjukan bahwa jihad itu fardhu kifayah adalah firman Alloh ta’ala :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ</strong> <strong>@ التوبة :  ١٢٢</strong></span><span style="color:#000000;"> </span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya.&#8221;</em> <strong>(At Taubah: 122)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian Alloh Ta’ala menyebutkan kelompok lain yang berperang, kemudian dalil yang juga menunjukan bahwasanya jihad adalah fardhu kifayah adalah sunnah Nabi yang berupa perbuatan Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau tidak mengikuti semua peperangan bahkan beliau mengirim utusan padahal beliau di Madinah dan beliau tidak ikut serta dalam semua peperangan, ini semua menunjukan kepada kalian bahwa perang itu tidak diwajibkan bagi setiap kaum muslimin, akan tetapi hukumnya adalah fardhu kifayah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="color:#000000;">Keutamaan jihad</span></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kemudian ketahuilah wahai ikhwani bahwasanya jihad melawan musuh itu memiliki keutamaan yang agung di dalam syariat Muhammad bin Abdulloh sholallohu ‘alaihi wa sallam, ayat yang menerangkanya sangat banyak. Alloh Ta’ala berfirman :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ @ ٦١:١٠</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</strong> @ <strong>٦١:١١</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? ( 10 ) (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.&#8221;</em> <strong>(Ash-Shoff : 11)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Adapun sunnah Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam tentang jihad sangat banyak sekali, telah tsabit di dalam <strong>Sohih Muslim</strong> dari Anas bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>لغدوة في سبيل الله أو روحة خير من الدنيا وما فيها</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>“Berpagi-pagi dan bersore hari dalam berjihad itu lebih baik daripada dunia seisinya”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan tsabit di dalam dua kitab sohih <strong>Bukhori-Muslim</strong> dari hadis Abu Huroiroh bahwasanya Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku berkeinginan agar aku dimatikan dalam jihad fi sabilillah kemudian dihidupkan lagi kemudian dimatikan lagi kemudian dihidupkan lagi kemudian dimatikan lagi kemudian dihidupkan lagi kemudian dimatikan lagi kemudian dihidupkan lagi”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Maka perhatikanlah bagaimana Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam mengharap mati syahid, bahkan dari apa yang telah tsabit di dalam shohih Muslim dari hadits Abu huroiroh bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>من مات ولم يغزو ولم يحدث نفسه بالغزو مات على سعبة من النفاق</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">&#8220;<strong><em>Barang siapa mati dan belum sempat berjihad, dan tidak terlintas dalam jiwanya keinginan untuk berjihad maka ia mati diatas cabang dari kemunafikan”</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kita memohon kepada Alloh yang tidak ada Ilah selain Dia, dengan Nama-namanya yang indah serta sifat-sifatNya yang tinggi agar mematikan aku dan kalian semua sebagai syahid fi sabilillah dalam keadaan rela tidak terpaksa, dan agar Alloh menganugerahkan kepada kita kesyahidan  sesungguhnya Dia adalah dzat yang Maha Pengasih, Penyayang, Maha Pemberi nikmat, Maha pemurah, Maha Mulia dan Maha Agung kekuasaanNya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bersambung&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> (Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad al-Bayaty dari muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Ar Royyis berjudul <em>&#8220;Al Jihad bainal Ghuluw wal Jafa&#8217;&#8221;</em> untuk Blog <a href="http://akhpaiman.wordpress.com" target="_self">Akh Paiman</a>)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2502/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2502/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2502/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2502&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/11/09/kepada-kaum-teroris-khowarij-3-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Kaum Teroris Khowarij 2.0</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/29/kepada-kaum-teroris-khowarij-2-0/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/29/kepada-kaum-teroris-khowarij-2-0/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 15:36:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2486</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala
 
Dan setelah ini semua wahai saudara-saudaraku, tema pelajaran ini adalah “Jihad Antara Ghuluw (Sikap Berlebih-lebihan) dan Jafa’ (Sikap Meremehkan)”. Dan telah berlalu pembahasan tentang ghuluw dan jafa’, adapun JIHAD di dalam alqur’an dan sunnah dimutlakkan menjadi dua makna/memiliki dua makna:
 

Makna yang pertama adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2486&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan setelah ini semua wahai saudara-saudaraku, tema pelajaran ini adalah “Jihad Antara Ghuluw (Sikap Berlebih-lebihan) dan Jafa’ (Sikap Meremehkan)”. Dan telah berlalu pembahasan tentang ghuluw dan jafa’, adapun JIHAD di dalam alqur’an dan sunnah dimutlakkan menjadi dua makna/memiliki dua makna:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Makna yang pertama adalah makna yang umum yaitu berjihad terhadap jiwa untuk mentaati Alloh serta berpegang teguh dengan syari’at, melaksanakan kewajiban, melazimi amal-amal sunnah, berjihad terhadap jiwa untuk meninggalkan semua yang harom, menjauhi semua yang dibenci atau dengan kata lain berjihad terhadap jiwa untuk beristiqomah dan menempuh apa yang  diridhoi oleh Robb kita Yang Maha Mulia serta Maha Agung kekuasaanNya.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Adapun makna dari jihad yang kedua adalah memerangi musuh dan memerangi orang-orang kafir.</span></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-2486"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong>Jihad yang pertama yaitu jihad yang umum yang bermakna jihad terhadap jiwa untuk mentaati Alloh adalah jihad yang paling agung</strong>, karena ia adalah jihad yang dilakukan oleh seluruh para Rosul. Semua Nabi dan Rosul berjihad di jalan Alloh dengan sebenar -benar jihad, serta menyeru kepada jihad yang bermakna umum, yaitu mentauhidkan Alloh di dalam peribadahan, berpegang teguh dengan sunnah serta menjauhi bid’ah dan berpegang teguh terhadap Syariat atau menyeru kepada syariat yang datang dari sisi Alloh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> <strong>Adapun jihad yang bermakna khusus/memerangi musuh, maka banyak sekali para Nabi yang tidak melaksanakannya, bahkan kebanyakan Ulul ‘Azmi tidak diperintahkan untuk berperang<em>. </em></strong>Musa ‘Alaihis Salam diperintahkan untuk berperang tapi kaumnya tidak menjawab seruannya, adapun Ibrohim ‘Alaihis Salam tidak diperintah untuk berjihad demikian pula Nuh ‘Alaihis Salam tidak diperintah untuk berjihad dengan pedang. Adapun Nabi kita Muhammad bin Abdulloh Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam telah mengumpulkan kedua jihad tersebut yaitu jihad yang paling agung yang bermakna berjihad terhadap jiwa untuk taat kepada Alloh dan juga jihad terhadap musuh dengan pedang.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jihad yang pertama, yaitu jihad yang umum, adalah lebih mulia sebagaimana yang telah lalu, berkata Imam Ibnul Qoyyim <em>rohimahullohu ta’ala</em> di dalam kitab beliau “Miftah daris Sa’adah” jilid 1 halaman 70 “Apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari hadis Ja’far ar-Rozi dari Rubayyi’ bin Anas yang berkata, Rosululloh <em>Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam</em> bersabda :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">من خرج لطلب العلم فهو في سبيل الله حتى يرجع</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong><em>“ Barangsiapa keluar untuk menuntut ilmu maka ia berjihad dijalan Alloh sampai ia kembali”.</em></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Imam Tirmidzi, “Ini adalah hadits hasan ghorib, diriwayatkan sebagian orang tapi tidak memarfu’kanya”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Ibnul Qoyyim, “Sesungguhnya Rosululloh sholallohu ‘alaihi wa sallam menjadikan menuntut ilmu bagian dari jihad fi sabilillah karena dengannya Islam bisa tegak, sebagaimana Islam bisa tegak dengan jihad, karena tegaknya agama ini adalah dengan ilmu dan jihad. <strong>Oleh karena itu, jihad itu ada 2 (dua) macam: Jihad dengan tangan dan pedang, jihad jenis ini bisa dilakukan oleh banyak orang. Yang</strong> <strong>kedua, jihad dengan hujjah/argumentasi dan penjelasan, ini adalah jihad yang khusus dilakukan para pengikut para Rosul, ini adalah jihadnya para Imam, dan ini adalah jihad yang lebih mulia daripada jihad yang pertama</strong>, dikarenakan besar manfaatnya, keras kesulitannya serta banyak musuh- musuhnya, Alloh berfirman di dalam al qur’an surat al furqon  ayat 51-52 yang mana surat ini diturunkan di mekah:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا ٢٥:٥١ فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا ٢٥:٥٢</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rosul)</em> {51} <em>Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar&#8221; </em>{52}</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Ini adalah jihad kepada mereka dengan Al Qur’an yang merupakan jihad yang paling agung, yang juga merupakan jihad yang kepada kaum munafik, karena sesungguhnya kaum munafik tidak memerangi kaum muslimin secara dzohir, bahkan kadang-kadang kaum munafiqin ini bersama kaum muslimin memerangi musuhnya, meskipun demikian sungguh Alloh telah berfirman :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ</strong> <strong>٩:٧٣</strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.&#8221;</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan telah diketahui bersama bahwa jihad terhadap orang-orang munafik adalah dengan hujjah/argumentasi dan dengan Al Qur’an. (habis perkataan Imam Ibnul Qoyyim <em>rohimahulllohu ta’ala</em>).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan berkata Imam Ibnu Rojab al Hambali <em>rohimahullohu ta’ala</em> di dalam kitab &#8220;Jami’ul ‘Ulum wal Hikam&#8221;  jilid 1 halaman 489, “<strong>Dan ini adalah jihad terhadap musuh yang dzohir, yaitu jihad terhadap orang-orang kafir, demikian pula jihad terhadap musuh yang batin/tidak terlihat, yaitu jihad terhadap jiwa dan hawa nafsu</strong>. Sesungguhnya jihad terhadap jiwa dan hawa nafsu adalah termasuk jihad yang paling agung, sebagaimana yang dikatakan Nabi <em>Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam</em> :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">المجاهد من جاهد نفسه في الله</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>“Seorang mujahid adalah yang berjihad terhadap jiwanya di jalan Alloh”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan berkata Abdulloh bin Umar terhadap orang yang bertanya kepadanya tentang jihad :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">ابدأ بنفسك فجاهدها وابدأ بنفسك فاغزها</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>“Mulailah dari dirimu dan berjihadlah terhadapnya, mulailah dari jiwamu dan berjihadlah terhadapnya”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan berkata Baqiyatul walid, mengabarkan kepada kami Ibrohim bin Adham, berkata kepadaku orang terpercaya, dari Ali bin Abi Tholib yang berkata:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">أول ما تنكرون من جهادكم أنفسكم</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>“Hal pertama yang harus kalian ingkari dalam jihad kalian adalah jiwa kalian”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Ibrohim ibnu Abi Alqomah kepada orang-orang yang baru datang dari peperangan, “Sungguh kalian telah datang dari jihad kecil maka apa yang akan kalian lakukan di dalam jihad yang besar?”, mereka berkata, “Apa itu jihad yang besar?” Beliau berkata, “Berjihad terhadap hati”. Dan hal ini diriwayatkan secara marfu’ dari hadis Jabir bin Abdulloh dengan sanad dho’if dan lafadznya adalah :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">قدمتم من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر قالوا وما الجهاد الأكبر؟ قال مجاهدة العبد هواه</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">“Kalian telah datang dari jihad yang kecil kepada jihad yang besar mereka bertanya apa itu jihad yang besar? Beliau menjawab, jihadnya seorang hamba terhadap hawa nafsunya”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan diriwayatkan dari hadis Sa’ad bin Anas dari Nabi <em>Sholallohu ‘Alaihi wa Sallam</em> yang bersabda :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">ليس عدوك الذي إذا قتلك أدخلك الجنة وإذا قتلته كان نورا لك وإنما أعداء عدوك نفسك الذي بين جنبيك</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>“Bukan merupakan musuhmu apabila ia membunuhmu maka itu menyebabkan engkau masuk surga, apabila engkau membunuhnya maka itu adalah cahaya bagimu, akan tetapi musuhmu yang paling utama adalah jiwamu yang ada di antara dua sisi tubuhmu”</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan berkata Abu bakar Ash-Shidiq <em>rodiyallohu ‘anhu</em> ketika berwasiat kepada Umar tatkala ia menggantikan beliau sebagai kholifah :</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">إنا أول ما أحذرك نفسك الذي بين جنبيك</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">“Sesungguhnya hal pertama yang aku peringatkan kepadamu adalah jiwamu yang ada di antara dua sisi tubuhmu”.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Jihad ini juga membutuhkan kesabaran, barang siapa sabar dalam berjihad terhadap jiwanya dan hawa nafsunya serta setannya, maka ia akan dapat mengalahkannya, mendapatkan pertolongan dan kemenangan serta akan mampu menguasai dirinya, maka ia akan menjadi raja yang mulia. Dan barang siapa yang tidak sabar dalam berjihad terhadap jiwa maka ia akan dikalahkan, dipaksa, ditindas dan akan menjadi budak yang hina, serta tawanan bagi setan dan hawa nafsunya”.  (habis perkataan Imam Ibnu Rojab al hambali <em>rohimahullohu ta’ala</em>).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Berkata Syaikh Abdurrohman As Sa’di di dalam &#8220;Al fatawa As Sa’diyyah&#8221; halaman 45, “Dan di antara jihad yang paling agung (perhatikan perkataan beliau-Syaikh Abdul Aziz Ar-Royyis) <strong>di antara jihad yang paling agung adalah menempuh jalan guna menuntut ilmu syar’i dan mengajarkannya, karena menyibukkan diri dengan hal itu bagi siapa yang benar niatnya maka tidak ada amal yang dapat menandinginya, tidak dapat ditandingi oleh amal dari amal-amal manapun, karena di dalamnya terdapat usaha untuk menghidupkan ilmu dan agama, menunjuki manusia ke jalan yang lurus serta menyeru kepada kebaikan, mencegah dari keburukan dan masih banyak sekali manfa’at-manfa’at lainnya yang sangat dibutuhkan oleh manusia</strong>&#8230; (Sampai akhir perkataan Beliau <em>rohimahullohu ta’ala</em>).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Apabila hal ini telah diketahui wahai saudara-saudaraku, maka sesungguhnya jihad yang paling agung adalah jihad terhadap jiwa dan ini memungkinkan untuk dilakukan setiap orang. Semoga Alloh&#8230; semoga Alloh menjadikan hati kita bersegera untuk berjihad terhadap jiwa kita untuk taat kepada Alloh hingga kita menghadap kepada Alloh yang Maha Mulia dan Maha agung kekuasaanNya dalam keadaan Alloh ridho terhadap kita.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bersambung&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">(Dialih bahasakan secara bebas oleh Abul Aswad al-Bayaty dari muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Ar Royyis berjudul “Al Jihad bainal Ghuluw wal Jafa’ “ untuk Blog <a href="http://akhpaiman.wordpress.com" target="_blank">Akh Paiman</a>)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2486&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/29/kepada-kaum-teroris-khowarij-2-0/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Gempa Tiada Henti</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/28/indonesia-gempa-tiada-henti/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/28/indonesia-gempa-tiada-henti/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 23:09:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2480</guid>
		<description><![CDATA[Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(Asy-Syuuro: 30)


 
Deretan gempa-gempa besar yang terjadi akhir-akhir ini, yakni gempa Padang, Sumatra Barat 7,6 SR, gempa Tasikmalaya 7,3 SR, gempa Jambi 7,0 SR, gempa Banten 6,4 SR, gempa Saumlaki, Maluku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2480&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</span></p>
<div><span style="color:#000000;"><img src="img/s042/a030.png" alt="" /></span></div>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><em>“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Alloh memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”</em><br />
<strong>(Asy-Syuuro: 30)</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><strong> </strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Deretan gempa-gempa besar yang terjadi akhir-akhir ini, yakni gempa Padang, Sumatra Barat 7,6 SR, gempa Tasikmalaya 7,3 SR, gempa Jambi 7,0 SR, gempa Banten 6,4 SR, gempa Saumlaki, Maluku 7,3 SR, gempa Waingapu, NTT 6,1 SR, gempa Mentawai, Sumbar 5,0 SR, dan yang terakhir, sampai artikel ini ditulis, adalah gempa Bitung, Sulawesi Utara 5,1 SR. <em>Allohu Akbar! </em>Sungguh Alloh itu memang Maha Besar. Alloh juga Maha Kuasa. Apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi. Kita tentu percaya, tidak ada yang diciptakan oleh Alloh di dunia ini yang sia-sia. Semua pasti ada hikmahnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bencana alam berupa gempa yang bertubi-tubi ini seharusnya cukup menjadi peringatan bagi kita agar kita banyak-banyak beristighfar, bertaubat atas semua dosa-dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan. Semestinya dengan adanya musibah gempa ini menyadarkan kita betapa lemahnya kita di hadapan kuasa-Nya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Melalui tulisan ini, penulis mengajak pembaca sekalian untuk segera introspeksi diri, dan marilah kita kembalikan urusan ini pada Alloh. Mari merenung sejenak, wahai Pembaca, tentang apa yang sudah kita lakukan di bumi Indonesia ini…</span></p>
<p><span style="color:#000000;"><span id="more-2480"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pembaca yang budiman, orang yang beriman pasti tak mencerna kejadian seperti ini hanya sebagai fenomena alam belaka. Setiap kejadian tentu memiliki suatu arti. Bencana gempa yang tak henti-hentinya melanda negeri ini pasti ada apa-apanya, pasti ada sebab tertentu hingga membuat Alloh &#8220;murka&#8221;. Apa itu? <em>Wallohu a’lam.</em> Kalau dipikir-pikir, semua bencana ini sebenarnya tergolong “wajar”. Lihat saja, <em>lha wong</em> di masyarakat Indonesia Raya Merdeka kita ini banyak sekali kesyirikan yang dibudayakan, banyak bid’ah yang “di-sunnah-kan”, banyak tersebar perzinaan, pencurian, perampokan, pembunuhan, dan serentetan perbuatan mungkar<em> </em>lainnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sudah saatnya kita harus jujur sekarang, jujur terhadap keadaan kita dan negeri tercinta kita ini, Indonesia. Negeri ini, isinya cuman pejabat-pejabat yang kebanyakan sakit jiwa, akhlaknya seperti tikus, suka mencuri uang rakyat, mabuk kekuasaan,  <em>doyan</em> <em>wedokan</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Negeri ini, kebanyakan berisi ulama-ulama <em>kacang goreng </em>yang nggak jelas manhajnya, yang malah membela kemungkaran, yang berfatwa <em>sak penak udele dewe</em>, dan sampai yang pemikirannya aneh bin <em>nyleneh. </em>Semuanya lengkap, ada di sini, di bumi Indonesia ini.  Dulu pernah kejadian ada seorang “ulama” yang membela tingkah polah si Inul Darasetan. Belum lama ada “ulama” yang berfatwa dengan kejahilannya bahwa golput itu haram. Dan kemarin, ada “ulama” kawakan yang ketika ditanya tentang wajibkah berjilbab, dia jawab tidak. <em>Laa haula walaa quwwata illa billaah.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di negeri tercinta ini, juragan-juragan TV-nya, memutarkan tayangan-tayangan <em>brengsek </em>yang merusak aqidah dan moral bangsa. Sebagian acaranya, film-film yang “ngajari” orang bagaimana cara mendapatkan pesugihan, cara nyantet, gendam, atau pasang susuk. Dan iklannya, ooo jangan tanya, tak lepas dari iklan paha, dada dan pantat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di negeri ini, banyak ibu yang tidak berani menegur putrinya yang berbusana minim, banyak ayah yang tidak berani menempeleng anaknya yang tidak sholat. Banyak paman yang memperkosa kemenakannya sendiri. Banyak kakak yang membunuh adik kandungnya setelah dicabuli berulang kali. Banyak banyak banyak!<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Negeri ini juga berisi anak-anak SMA yang sudah bobrok akhlaknya, mereka tak lagi malu bugil di depan kamera, <em>kepal-kepul</em> di jalanan, <em>omben-ombenan</em> di warung pojok, <em>koplok-koplokan</em> di belakang sekolah, sampai tawuran nggak jelas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan negeri ini, isinya hanyalah mahasiswa-mahasiswa yang hampir semuanya <em>kacangan</em>, bisanya cuman berdemo sana-sini, <em>ngutuk</em> pemerintah dengan kata-kata kotor, bakar-bakaran di jalan umum hingga bikin macet jalanan, melawan aparat dengan lempar batu dan molotov. Atas nama rakyat, katanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Jan ra mbejaji  tenan negeri iki</em>. Rusak! Kalau begini, maka terhitung wajar jika Alloh harus menegur dengan bencana. Ya, wajar. Sebab kitalah yang salah.  Alloh berfirman: <em>“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Alloh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.”</em> <strong>(An-Nisaa’: 79)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Wallohu a’lam bish-showab</em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><em><br />
</em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><em> </em></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">Jogja, 9 Dzulqo’dah 1430 H</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong>Paiman bin Bandi al-Klateni</strong></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2480&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/28/indonesia-gempa-tiada-henti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="img/s042/a030.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kepada Kaum Teroris Khowarij</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/21/kepada-kaum-teroris-khowarij/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/21/kepada-kaum-teroris-khowarij/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 16:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Utama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2456</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya pembahasan ini bukan hanya ditujukan untuk kaum teroris saja tapi juga untuk kaum muslimin secara umum yang masih memiliki ghiroh di dalam mempelajari agamanya khususnya yang berkaitan dengan tema jihad. Akan tetapi kami melihat bahwa syubhat-syubhat yang ada di dalam pembahasan ini banyak sekali yang dijadikan jargon oleh kaum teroris, yang sebenarnya kalau kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2456&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sebenarnya pembahasan ini bukan hanya ditujukan untuk kaum teroris saja tapi juga untuk kaum muslimin secara umum yang masih memiliki ghiroh di dalam mempelajari agamanya khususnya yang berkaitan dengan tema jihad. Akan tetapi kami melihat bahwa syubhat-syubhat yang ada di dalam pembahasan ini banyak sekali yang dijadikan jargon oleh kaum teroris, yang sebenarnya kalau kita cermati maka kita akan mendapati jargon-jargon yang digembar-gemborkan oleh kaum teroris tersebut tidak lebih dari sekedar gonggongan dari anjing-anjing neraka.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dalam rangka ikut berperan serta di dalam membungkam gonggongan khowarij sang anjing-anjing neraka tersebut, maka kami tergerak untuk menterjemahkan pembahasan yang sangat bermanfaat lagi ilmiyah ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Sebelum kita membaca lebih jauh lagi, kami menasehati diri pribadi kami sendiri dan juga saudara-saudara kami untuk senantiasa memahami dien ini dengan berdasarkan ilmu, bukan berdasar emosi dan dendam kesumat belaka. Syaikh Amr Abdul Mun’im Salim hafidzohullohu ta’ala berkata, “Masalah ini pada jaman sekarang telah menyeret banyak sekali para pemuda yang hanya berbekal emosi dan semangat semata kepada sebab-sebab fitnah, padahal emosi dan semangat belaka keduanya tidak memiliki hak tidak memiliki peran di dalam hukum-hukum syariat, akan tetapi yang menjadi patokan adalah apa-apa yang berasal dari Alloh dan Rosul-Nya sholallohu ‘alaihi wa sallam. Maka dari itu yang menjadi kewajiban kita adalah berkonsentrasi di dalam mengumpulkan atsar-atsar para ulama salaf  berkaitan dengan masalah yang sangat penting ini</span><span style="color:#000000;">”.</span><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"> (</span><strong><span style="color:#000000;">Al-Manhajus Salafy ‘inda Syaikh Nasiruddin Al-Albani</span></strong><span style="color:#000000;"> halaman 197).</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span id="more-2456"></span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Di sini kami katakan anggapan bahwa jihad hanya bermakna jihad melawan hawa nafsu dan bersungguh-sungguh melakukan kebaikan saja adalah sebuah kesalahan, demikian pula anggapan bahwa jihad hanya bermakna perang melawan musuh untuk membela Islam dan kaum muslimin demi menegakan kalimat Alloh saja adalah juga sebuah kesalahan. Yang benar di dalam masalah ini adalah jihad di dalam Al-Qur’an dan Sunnah  apabila dimutlakkan maka memiliki dua makna, berjihad melawan hawa nafsu untuk mentaati Alloh serta berpegang teguh dengan syari’at, melaksanakan kewajiban, melazimi amal-amal sunnah, berjihad terhadap jiwa untuk meninggalkan semua yang harom, menjauhi semua yang dibenci atau dengan kata lain berjihad terhadap jiwa untuk beristiqomah dan menempuh apa yang diridhoi oleh Robb kita Yang Maha Mulia serta Maha Agung kekuasaanNya. Jihad juga bermakna berperang melawan musuh, membela Islam dan kaum muslimin demi menegakkan kalimat Alloh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan Syaikh Abdul Aziz Ar Royyis di dalam pembahasanya ini membawakan dalil yang beragam yang terambil dari Al-Qur’an serta perkataan para ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang menunjukan bahwa jihad apabila dimutlakkan maka memiliki dua makna  tersebut di atas. Jadi penjelasan bahwa jihad memiliki dua makna umum dan khusus tidak bisa dihukumi secara mutlak bahwasanya hal tersebut adalah sebagai upaya deradikalisasi atau pendangkalan makna.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Maka hendaknya kita bertaqwa kepada Alloh dan menyerahkan segala permasalahan agama kepada para ulama, bukan malah mengumumkan statement-statement yang </span><span style="color:#000000;">keliru yang</span><span style="color:#000000;"> kadang-kadang dipengaruhi oleh emosi dan semangat tanpa diiringi dengan ilmu syar’i yang benar yang sesuai dengan pemahaman salaful ummah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kita juga akan mendapati di dalam pembahasan Syaikh Abdul Aziz Ar-Royyis ini bantahan-bantahan yang ilmiyah terhadap beberapa syubhat yang sangat berbahaya terkait masalah jihad, yang mana syubhat-syubhat ini banyak sekali digembar-gemborkan oleh kaum teroris khowarij yang telah dikatakan oleh Nabi kita sholallohu ‘alaihi wa sallam bahwasanya mereka adalah anjing-anjing neraka. Demikian semoga bermanfaat dan selamat belajar…</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;">
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Al-Jihad bainal Ghuluw wal Jafa&#8217;</span></h1>
<h2 style="text-align:center;"><span style="font-size:small;"><span style="font-weight:normal;"><span style="color:#000000;"><br />
</span> </span></span></h2>
<h1 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">(الجهاد بين  الغلو والجفاء)</span></h1>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><br />
</span><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p><em><span style="color:#000000;">Oleh: Syaikh Abdul Aziz bin Royyis Ar Royyis hafidzohullohu ta’ala</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pada malam 23 jumadal ula 1429 H aku berjumpa dengan kalian di dalam pelajaran berjudul &#8220;Al jihad bainal ghuluw wal jafa&#8217;&#8221; (Jihad diantara sikap ghuluw dan meremehkan).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Saudaraku, sesungguhnya syari’at Muhammad bin Abdulloh adalah syari’at yang adil dan istiqomah, tidak ada ghuluw (sikap berlebih-lebihan) di dalamnya tidak pula jafa’ (sikap meremehkan). Dan syari’at telah melarang dari ghuluw sebagaimana pula syari’at melarang dari jafa’, Alloh berfirman :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ  الْبَسْطِ @</span><span style="color:#000000;"> الإسراء: ٢٩</span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><span style="color:#000000;"> </span></em><span style="color:#000000;">Arti</span></span><span style="color:#000000;">nya</span><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">:</span><em><span style="color:#000000;"> “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal</span></em><span style="color:#000000;">”</span><strong><span style="color:#000000;"> (Al-Isro’ 29)</span></strong><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Maka Robb kita melarang kita dari ghuluw dan jafa’,  jua telah tsabit di dalam </span><strong><span style="color:#000000;">Shohih Bukhori</span></strong><span style="color:#000000;"> hadits Ibnu Abbas dari Umar bahwasanya Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :</span></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">لا تطروني كما أطرت النصارى عيسى بن مريم إنما أنا عبد فقولوا عبد الله و رسوله</span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><span style="color:#000000;">“Janganlah kalian berlebih-lebihan di dalam memujiku sebagaimana orang-orang nasrani berlebih-lebihan memuji Isa bin maryam, sesungguhnya aku adalah hamba dan utusan Alloh maka katakanlah bahwa aku hamba dan utusan Alloh.”</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Imam Muslim mengeluarkan hadits dari Abdulloh bin Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu bahwa Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :</span><em><span style="color:#000000;"> “&#8217;Binasalah orang-orang yang tergesa-gesa dan berlebih-lebihan&#8217;</span></em><span style="color:#000000;">, beliau mengatakanya tiga kali&#8221;. Dan juga tsabit menurut Imam Ahmad dan An Nasa’i adanya hadits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi Sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :</span></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">إياكم والغلو فإن أهلك من كان قبلكم الغلو</span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><span style="color:#000000;">“Jauhilah oleh kalian sikap ghuluw (berlebih-lebihan) karena sesungguhnya ghuluw telah membinasakan umat sebelum kalian.”</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Syari’at juga melarang dari jafa’ (sikap menganggap enteng/mengurangi dan meremehkan), di antara sikap meremehkan di dalam syari’at Muhammad bin Abdulloh adalah meninggalkan syari’at tersebut, dan diantara syari’at yang paling agung adalah sholat. Sebagaimana telah tsabit di dalam shohih Muslim hadits Jabir bahwasanya Nabi </span><em><span style="color:#000000;">Sholallohu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#000000;"> bersabda :</span></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">بين الرجل والشرك أو الكفر ترك الصلاة</span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em><span style="color:#000000;">&#8220;Pembatas antara seorang laki-laki dengan kesyirikan atau kekafiran adalah meningggalkan sholat.”</span></em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Dan meninggalkan sholat adalah salah satu bentuk meremehkan (fenomena jafa’) di dalam syari’at Muhammmad </span><em><span style="color:#000000;">sholallohu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#000000;">. Al ‘Asykariy mengeluarkan dari Al Auza’i bahwasanya beliau (Al Auza’i) berkata, “Tidaklah ada satu urusanpun yang diperintahkan oleh Alloh kecuali setan akan menghalanginya dengan dua sifat, bisa jadi dengan ghuluw (berlebih-lebihan) atau bisa jadi dengan jafa’ (meremehkan), dan setan tidak peduli dengan yang mana ia akan berhasil”. Maka setan mendatangi setiap orang sesuai dengan keadaan yang cocok dengannya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Imam Abul Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah </span><em><span style="color:#000000;">rohimahullohu ta’ala</span></em><span style="color:#000000;"> telah menyebutkan sebuah perkataan yang intinya bahwa setan mendatangi anak adam dengan jalan yang memungkinkan baginya untuk masuk kepadanya, barang siapa yang lemah lembut maka setan akan datang dari jalan tersebut, dan setan akan menjadikanya sebagai seorang yang ghuluw dari sisi ini. Barang siapa yang memiliki sifat keras, maka setan akan datang dari sisi ini, oleh karena itu setan berusaha untuk menyesatkan anak Adam sesuai dengan keadaannya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Dan ketahuilah, wahai saudaraku&#8230; Sebagaimana yang telah lalu bahwasanya syari’at ini adalah syari’at yang istiqomah tidak ada sikap ghuluw didalamnya tidak pula jafa’. Dan Robb kita telah mengabarkan bahwa syari’at ini adalah syari’at yang pertengahan maknanya adalah adil sebagaimana firman Alloh ta’ala :</span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطاً لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيداً</span></strong></span><strong><span style="color:#000000;"> </span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;"> </span><em><span style="color:#000000;">“Dan demikian (pula) Kami telah jadikan kalian (umat Islam), umat yang pertengahan dan pilihan, agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rosul (Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian.”</span></em><span style="color:#000000;"> (</span><strong><span style="color:#000000;">Al-Baqoroh: 143)</span></strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Maknanya adalah umat yang adil dan pilihan, dan sudah terkenal di jaman ini dakwah kepada pertengahan, sehingga kalimat pertengahan menjadi kalimat yang dipaksakan (dengarkan muhadhoroh syaikh Abdul Aziz Ar Royyis di </span><a href="http://www.islamancient.com" target="_blank"><span style="color:#000000;">islamancient.com</span></a><span style="color:#000000;"> berjudul </span><em><span style="color:#000000;">&#8220;Al-Wasatiyah bainal Ifrot wat Tafrit&#8221;</span></em><span style="color:#000000;">). Setiap orang mengklaim mabda’nya dengan nama pertengahan, dan ini adalah kesalahan seharusnya dakwah kita adalah kepada istiqomah, kepada sunnah, kepada petunjuk para pendahulu ummat ini, kepada apa yang para sahabatnya yang mulia berada di atasnya, kepada apa yang Muhammad bin Abdulloh </span><em><span style="color:#000000;">sholallohu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#000000;"> berada di atasnya, kepada agama yang murni, Islam yang bersih dari kebid’ahan dan kotoran-kotoran. Janganlah dakwah itu menyeru kepada pertengahan sesungguhnya dakwah kepada pertengahan telah diklaim oleh setiap orang dan ia menjadi kalimat yang dipaksakan. Setiap orang menggembar-gemborkannya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Kemudian ketahuilah, wahai saudaraku, bahwasanya telah datang hadits yang diriwayatkan oleh Ali dan Ibnu Abbas </span><em><span style="color:#000000;">rodhiyallohu ‘anhuma</span></em><span style="color:#000000;"> mereka berkata di dalamnya bahwa Rosululloh </span><em><span style="color:#000000;">sholallohu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#000000;"> bersabda, “</span></span></p>
<h2 style="text-align:right;"><span style="color:#000000;"><strong><span style="color:#000000;">خير الأمور أوسطها</span></strong></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#000000;">“Sebaik-baik perkara adalah pertengahannya”</span></em></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">Akan tetapi Imam As Sakhowi </span><em><span style="color:#000000;">rohimahullohu ta’al</span></em><span style="color:#000000;">a menjelaskan dalam kitab </span><strong><span style="color:#000000;">Maqosidul Hasanah</span></strong><span style="color:#000000;"> bahwasanya keshohihan hadits ini tidak ada asal-usulnya dari Rosululloh </span><em><span style="color:#000000;">sholallohu ‘alaihi wa sallam</span></em><span style="color:#000000;">.</span></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Bersambung&#8230;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><span style="color:#000000;">(Dialihbahasakan secara bebas oleh Abul Aswad Albayaty dari muhadhoroh Syaikh Abdul Aziz Ar-Royyis berjudul </span><em><span style="color:#000000;">&#8220;Al jihad bainal ghuluw wal jafa&#8217;&#8221;</span></em><span style="color:#000000;"> untuk Blog </span><a href="http://akhpaiman.wordpress.com"><span style="color:#000000;">Akh Paiman</span></a><span style="color:#000000;">)</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2456&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/21/kepada-kaum-teroris-khowarij/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Dosa di Balik Gempa</title>
		<link>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/05/ada-dosa-di-balik-gempa/</link>
		<comments>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/05/ada-dosa-di-balik-gempa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 15:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akh paiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian Khusus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhpaiman.wordpress.com/?p=2402</guid>
		<description><![CDATA[
Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
&#8220;Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)&#8221; (Ar-Ruum: 41)


Untuk yang kesekian kalinya bangsa Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2402&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style='text-align:left;display:block;'><p><object type='application/x-shockwave-flash' data='http://akhpaiman.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' width='290' height='24' id='audioplayer1'><param name='movie' value='http://akhpaiman.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' /><param name='FlashVars' value='&amp;bg=0xf8f8f8&amp;leftbg=0xeeeeee&amp;lefticon=0x666666&amp;rightbg=0xcccccc&amp;rightbghover=0x999999&amp;righticon=0x666666&amp;righticonhover=0xffffff&amp;text=0x666666&amp;slider=0x666666&amp;track=0xFFFFFF&amp;border=0x666666&amp;loader=0x9FFFB8&amp;soundFile=http%3A%2F%2Fpaiman.salafy.ws%2Ffiles%2F2009%2F10%2Fahmadsaud_arrahman.mp3' /><param name='quality' value='high' /><param name='menu' value='false' /><param name='bgcolor' value='#FFFFFF' /></object></p></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> berfirman:</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Alloh merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)&#8221;</em> <strong>(Ar-Ruum: 41)</strong></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Untuk yang kesekian kalinya bangsa Indonesia ditimpa musibah bernama gempa. Gempa yang kabarnya mengguncang Padang, Sumatra Barat ini tentu amat layak menjadi perhatian kita bersama seluruh kaum Muslimin. Dalam menyikapi musibah ini hendaknya kita saling berlomba-lomba mengulurkan bantuan dan mengerahkan apa yang kita mampu kepada mereka saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Doa kita untuk mereka, semoga Alloh menurunkan kepada mereka ketenangan, ketentraman, dan kesabaran, serta memberikan nikmat berupa taubat yang sebenar-benarnya, keistiqomahan di atas al-Haq, dan waspada dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan adzab-Nya yang pedih.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pembaca <em>rohimakumulloh</em>, </span><span style="color:#000000;">kita amat percaya bahwa &#8220;Gempa Sumatra&#8221; ini bisa terjadi karena kehendak Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, bukan semata karena sebab alami. Gempa ini adalah teguran sekaligus ujian dari Alloh. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> menegur Sumatra dengan musibah gempa ini tentu ada sebabnya. Kita yakin, pasti ada dosa di balik gempa berkekuatan 7.6 SR ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Marilah sejenak kita menengok ke masa lalu.</span></p>
<p><span id="more-2402"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mungkin tidak banyak yang tahu, dulu, setelah <em>dikorek-korek</em>, ternyata sebelum terjadinya tsunami yang amat dahsyat di bumi Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 itu, sebagian wilayah propinsi bergelar &#8220;Darussalam&#8221; itu menjadi sarang berbagai kemaksiatan, di antaranya adalah &#8220;pesta tarian telanjang&#8221; di bawah tanah. <em>Wallohu a&#8217;lam.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Terjadinya gempa di Jogja beberapa tahun yang lalu, kata sebagian para ulama (ahli agama), bisa jadi adalah disebabkan karena banyaknya orang yang melakukan aksi demonstrasi terhadap Pemerintah, yang mengutuk Pemerintah dengan kata-kata kotor. Sedang sesungguhnya <strong>demonstrasi adalah sebuah bentuk kemungkaran</strong>. <em>Wallohu Ta&#8217;ala A&#8217;lam.</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Entahlah, saya tidak tahu, dan juga tidak mau sok tahu, oleh sebab apa sesungguhnya semua itu bisa terjadi. Tapi yang PASTI, berbagai adzab yang menimpa manusia adalah disebabkan oleh dosa dan maksiat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Nah, karenanya kita musti waspada sekarang, waspada dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan kemurkaan dan hukuman-Nya. Jika kita masih tetap terus bergelimang dalam dosa dan maksiat, ooo tunggu saja nanti, entah di bagian Indonesia sebelah mana lagi yang akan Alloh tegur dengan bencana. Tidak musti gempa, bisa saja dengan badai besar atau mungkin tsunami. Dan itu semua bisa terjadi kapan saja, sebagaimana dalam firman-Nya:</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Alloh (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dari adzab Alloh kecuali orang-orang yang merugi&#8221;</em> <strong>(Al-A&#8217;roof: 96-99)<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Kita harus jaga keutuhan kapal bernama Indonesia ini agar bisa tetap berlayar. Jangan sampai &#8220;bocor&#8221; lagi oleh sebab ulah sebagian penumpang yang tidak bertanggung jawab. Karena bila sampai kapal ini bocor, semua penumpang akan menanggung akibatnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Mungkin ayat berikut bisa menjadi renungan kita bersama tentang bagaimana bersikap yang seharusnya ketika telah diteguhkan kedudukan kita di bumi Indonesia ini.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>&#8220;(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, membayar zakat, menyuruh berbuat ma&#8217;ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar, dan kepada Alloh-lah kembali segala urusan.&#8221;</em> <strong>(Al-Hajj: 41)</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><em>Wallohu a&#8217;lam bish-showwab.</em><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><br />
</span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="color:#000000;">Jogja, 17 Syawal 1430 H</span></p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="color:#000000;">Paiman bin Bandi al-Klateni</span><br />
</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/akhpaiman.wordpress.com/2402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/akhpaiman.wordpress.com/2402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/akhpaiman.wordpress.com/2402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/akhpaiman.wordpress.com/2402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/akhpaiman.wordpress.com/2402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/akhpaiman.wordpress.com/2402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/akhpaiman.wordpress.com/2402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/akhpaiman.wordpress.com/2402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/akhpaiman.wordpress.com/2402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/akhpaiman.wordpress.com/2402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=akhpaiman.wordpress.com&blog=3839694&post=2402&subd=akhpaiman&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhpaiman.wordpress.com/2009/10/05/ada-dosa-di-balik-gempa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://paiman.salafy.ws/files/2009/10/ahmadsaud_arrahman.mp3" length="2701440" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f067d7bb5c12290799a22f8c333c66f8?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">akh paiman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paiman.salafy.ws/files/2009/10/ahmadsaud_arrahman.mp3" medium="audio">
			<media:player url="http://akhpaiman.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf?soundFile=http://paiman.salafy.ws/files/2009/10/ahmadsaud_arrahman.mp3" />
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>