Tentang Diriku

Namaku Paiman, ikhwan Klaten. Orang-orang terdekat memanggilku Iman. Aku lahir pada hari Ahad, 5 Juli 1988 di Banten (pada akta kelahiran tertulis Klaten).  Saat ini, aku tercatat sebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2007 di STMIK AMIKOM Yogyakarta.

Sebelum masuk Amikom, aku menjalani “masa liburan” selama satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan menengahku di SMA Negeri 1 Cawas. Masa SMA adalah awal dari keseriusanku mendalami ilmu agama. Namun sayang, saat itu pemahamanku akan agama ini menyimpang dari apa yang dipahami para kaum salaf.

Dulu, saat aku masih SMA, aku adalah seorang khowarij. Aku tergabung dalam suatu jama’ah yang mengatasnamakan negara Islam. Singkatnya, akupun sadar bahwa ternyata jama’ah itu adalah jama’ah yang Rosululloh menyebut mereka sebagai “anjing-anjing neraka”. Akupun keluar beriringan dengan usainya masa berseragam putih abu-abu.

Lalu, di awal kuliah aku sempat ngaji di tempat sururi. Waktu itu tidak tahu akan fitnah sururiyyah. Aku hanya berpikir, sepertinya yang ini lebih baik daripada yang dulu. Alhamdulillah ada ikhwan yang memperingatkan akan bahayanya fitnah sururiyyah itu. Selanjutnya, aku tidak mau lagi mengaji di tempat itu.

Awal tahun 2008, alhamdulillah akupun mulai berkenalan dengan manhaj salaf. Perkenalan itu tidak disengaja. Ketika itu aku mau beli gamis, kepada ikhwan penjaga toko aku sempat “curhat-curhatan” mengenai masa laluku yang suram. Kemudian, setelah ngobrol ngalor-ngidul sana-sini ini-itu, akhirnya akupun diajaknya ikut kajian. Dari situ, jadilah aku seorang salafi. Aku bersyukur, Alloh menyelamatkanku setelah sebelumnya aku berada di jalan kebinasaan.

Aku akui, jalan ini begitu terasing, sepi dan sunyi. Siapa yang mampu menempuh jalan sendirian, meski ia lempang benar? Sementara tabiat hati manusia tidak menyukainya. Jalan ini adalah jalan yang menanjak, penuh onak dan duri. Tentu, hanya sedikit manusia yang menempuhnya. Sebab ia adalah hal yang kebanyakan manusia menjauhinya.

Namun inilah jalan sunyi itu. Jalan yang ujungnya adalah keselamatan dan kebahagiaan yang dijanjikan. Jalan yang ditempuh oleh para Nabi, para Shiddiqin, para Syuhada’ dan para Sholihin. Mereka itu adalah sebaik-baik teman seperti yang Alloh firmankan di dalam kitab-Nya yang mulia:

“Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh, yaitu Nabi-nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholih. Dan mereka itulah teman sebaik-baiknya.” [An-Nisaa': 69]

Yah, sekarang bukan saatnya lagi merasa terkucil dan sedih. Namun semestinya merasa bangga dan bersyukur sebab telah terpilih!

Dari sinilah, masa kuliahku, kehidupanku sesungguhnya berawal. Perjalanan panjang hidupku seakan baru dimulai.

Saatnya membuat sejarah!


Jogja, 10 November 2008

Paiman bin Bandi al-Klateni


28 Responses to “Tentang Diriku”

  1. nickafdhal Says:

    Yes..I’m the First….

    Barakallaahu Fiykum…….

    Wa Fiykum baarokallooh……

  2. khaidir91... Says:

    assalaamu’alaykum warohmatulloh

    Wa’alaykumussalaam warohmatullohi wabarokaatuh…

  3. ashaby Says:

    assalamu’alaikum ya akhi

    ana temannya abu harun-bekasi,

    jangan lupa mampir di blog ana

    http://ashaby.wordpress.com
    (download audio dan artikel ilmu dien)

    barakallahufiik

    abuyahya-bekasi
    021 93755664

    Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh…
    O ya, salam kenal juga dariku, Abu Iman al-Klateni. Antum juga sering-sering ya mampir di blog kecilku ini…
    Wa fiika barokalloh

  4. akhpaiman Says:

    Pak Dalmuji said:

    Blognya bagus… menambah wawasan tentang Islam…
    trims, mau mampir ke Blog saya…

    Kepada Bapak Dalmuji, aku minta maaf komentarnya aku buat kayak gini. Sebabnya, logo yang bapak gunakan bergambar makhluk bernyawa yang telah jelas diketahui keharamannya.
    Terima kasih dah berkunjung ke blog kecilku. Aku berharap blog ini dapat bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin di jagat maya ini…

  5. petak Says:

    Salam kenal akh

    mari bersilaturrahmi
    dan sama-sama terus belajar,

    Salam kenal juga, Akhi.
    Ya, belajar dan terus belajar…
    Sebab belajar adalah bentuk rasa syukur kita pada Alloh. Semoga apa yang kita lakukan senantiasa bernilai di mata Allah Subhanahu wa ta’ala. Amiin ya Robbal alamin…

  6. al Kalatayniy Says:

    Bismillah..

    Assalamua’aykum…
    Yaa akhi, ‘afwan baru berkunjung di blog antum. Jazakallahu Khoir telah mengunjungi blog kami yang masih berantakan http://alklateniy.wordpress.com/
    Insya Allah akan segera kami masukan blog antum ini ke taut ana.
    Kalau mau mampir ke gubuk ana silakan saja. Pintu rumah ana terbuka…
    Yaa akhi, antum dari SMA Cawas tow?? Wah, kalau dulu antum dari IPA atau sedikit nakal, Insya Allah kenal Abiy. Bapak ana ngajar Fisika disana. Pak Tono masih inget kan?? Kalau mampir bisa Insya Allah bisa ketemu sama abiy juga..
    Hehehehe….

    ======================================================
    Afwan, karena suatu hal komentar balasan ana kpd Al-Akh Abu Zaid Al-Klateniy ana delete
    ======================================================

  7. babehnya zaid | salafiyunpad Says:

    barokallahu fikum

    wafiikum barokalloh…

  8. abu luthfi aljakarti Says:

    Assalamu’alaykum,

    Susunan blognya bagus akh. Bisa minta dishare ‘tutorial-ringkas’untuk nge-blog di wordpress? Tolong diemail ke andhy.ds@gmail.com Mudah-mudahan bisa meramaikan dakwah salafiyah di jagat maya ini. Oya, di AMIKOM masih ada latihan beladiri Thifan? Dulu ana pernah ikut semasa kuliah di Malang. Jazakumullahu khoiron

    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.

    Kalo mau belajar wordpress banyak kok tutorialnya. Silakan cari di Google.com

    Ini ana kasih beberapa link buat belajar wordpress:

    http://panduan.wordpress.com/
    http://rivermaya.wordpress.com/
    http://kursus.wordpress.com/

    Mudah2an bermanfaat

    Beladiri Thifan di AMIKOM masih ada. Cuman ana gak ikutan. Dulu ana ikutnya Tae Kwon Do, tapi sekarang nggak lagi.

    Barokallohufiik.

  9. Abu Zaid Al Klateniy Says:

    Bismillah…
    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh..

    Kaifa haluk yaa akhi??
    Subhanallah, komentar ana di komentari panjang banget..
    Malah jadi curhat jaman SMA tuh..
    Oh ya akh, dulu pas SMA, ana 1 kelas juga lho sama anaknya bu Woro (hayo, pernah gak sopan sama bu Woro kan).. Trus kelas sebelah ada anaknya pak Slamet Riyadi (pernah ketemu di BK pas nglanggar aturan gak?)..
    Hehe…
    Semoga pengalaman antum di kala SMA menjadi pembelajaran bagi kita semua, untuk menghindari perkara2 semacam itu..
    Barakallahu fiik…

    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh..

    Hehe… Kabar baik, Akh, alhamdulillah.

    Wah, antum beruntung ya.. Udah anak guru, punya temen-temen yang bapak/ibunya guru pula.

    Ana lupa Pak Slamet Riyadi itu yang mana. Guru BK-nya ada banyak sih, jadi ana nggak inget.

    Wafiikum barokalloh, Akhi…

  10. Abdulloh Jakarty Says:

    Assalamu alaikum.
    kaifa haluk Akh Paiman, ana punya (blog lho) antum kunjungi (ya.. Alamatnya di) http://tauhiddansyirik.wordpress.com

    N.B. Yang ada dalam tanda kurung ditambahin sendiri oleh Admin

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh.
    Alhamdulillah, ana baik-baik saja. Keep blogging, Akhi! Ayo kita berjuang bersama-sama menyemarakkan dakwah salafiyyah ini. Semangat, semangat, semangat!

  11. andy setyawan Says:

    wah, ini nih ada satu orang yang mau masuk surga sendiri. pengkhianat agama, pembenci mujahid, pemecah belah dinul Islam. Betul-betul didoktrin lu sama si muqbil cs. kita lihat aja siapa yang haq di akhir zaman nanti. siapa yang akan teguh berperang melawan Yahudi, dan siapa yang munafik. siapa yang berfatwa karena kebenaran, dan siapa yang berfatwa lantaran pesanan raja saudi yang antek Amerika itu. lihat aja akh… kalian sebut kami khawarij dan teroris. silakan sebut kami sebagai anjing neraka. tapi kita lihat nanti siapa yang benar-benar cinta Islam, dan siapa antek Yahudi.

    Bismillah…

    Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Katakan yang benar walaupun pahit dan jangan kamu gentar cercaan orang yang mencerca.” [HR. Al-Baihaqi dalam Kitab Syu'abul Iman dari Shohabat Abu Dzar Al-Ghiffari. Lihat Al-Misykat 3/1365]

    Alloh Tabaroka wa Ta’ala berfirman, “Kebenaran itu datang dari Robbmu, maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu.” [Al-Baqoroh: 147]

    Ketahuilah, Wahai orang yang memiliki akal!

    Sesungguhnya kebenaran hanyalah terdapat pada madzhab salaf, yakni para shohabat dan tabi’in. Para shohabat ridhwanulloh ‘alaihim ajma’in adalah umat terbaik yang diciptakan untuk mendakwahkan kebenaran dien yang mulia ini kepada seluruh umat.

    “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka dan kemudian orang-orang setelah mereka.” [HR. Bukhori dan Muslim dari Shohabat Imron bin Husein dan Abdulloh bin Mas'ud]

    Tidak diragukan bahwa kebenaran hanya ada pada mereka dan orang orang yang mengikuti jejak langkah mereka. Kebenaran hanya ada di atas jalan salaf, yakni jalan akidah, ibadah, dan akhlak mereka. Mereka adalah salafus sholih (pendahulu yang sholih), firqotun najiyah (orang-orang yang selamat), thoifah al manshuroh (orang-orang yang selalu ditolong), ahlul hadits, ahlul atsar, dan mereka adalah salafiyyun.

    Kebenaran itu tidak akan mungkin ada pada orang-orang yang menyelisihi para shohabat.

    Wallohi, ana keluar dari NII karena sadar atas kesesatannya, dan bukan sebab lain. NII itu begitu jahat. Tak pantas sebenarnya melabelkan kata “Islam” pada namanya. NII seharusnya bukan Negara Islam Indonesia, tapi Negara IBLIS Indonesia!

    Karena begitu jahatnya kaum khowarij, lantaran mereka akan merusak aqidah umat, tak heran jika Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam menganjurkan untuk memerangi mereka , “Jika kalian mendapati mereka (Khowarij), perangilah mereka! Karena sesungguhnya orang-orang yang memerangi mereka akan mendapat pahala di sisi Alloh pada hari kiamat.” [HR. Muslim dalam Shohih-nya, 2/747, dari shohabat ‘Ali bin Abu Tholib].

    Semoga Alloh senantiasa memberikan hidayah pada kita semua agar dapat berjalan di atas jalan-Nya yang lurus, jalan salafus sholih.

    Wallohu a’lam

  12. shanghyang Says:

    Assalamu alaikum,,nyuwun ngapunten,Mas paiman,,njenengan alumnus SMUNCA tahun pinten,Nggeh?slm kenal kemawon saking dalem ingkang tebih saking kesaenan kesaenan,

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh,,Mas paiman alumnus SMUNCA tahun 2006,,slm kenal balik,

  13. nickafdhal Says:

    akh, ana nasehatkan untuk tidak terlalu membuka/ curhat tentang semua masalah pribadi secara blak-blak-an dalam setiap tulisan antum…

    yang ada hanya sesuatu yang buruk dan tidak berfaedah…

    “Dan cukuplah dikatakan bahwa seseorang itu sebagai pendusta, jika dia mengatakan semua yang dia dengar”

    lebih hati-hati saja dalam tulisan antum…
    yang ana lihat, antum terlalu banyak “curhat” hingga ke hal-hal yang tidak perlu disampaikan…

    Afwan jika komentar ini menohok hati…
    hanya sebuah saran untuk saudaraku tercinta, Paiman (btw, kapan ketemuannya di taklim?)

    barakallaahufiykum…

    Alhamdulillah…ana bersyukur ada ikhwan yang mau peduli sama ana. Jazakallohu khoiron katsir, ya Muhammad Nikmatul Mukminin Fadhly. Memang seperti inilah yang ana harapkan dari ikhwah sekalian, saling nasihat-menasihati.

    Dulu-dulu ketika masih awal-awal ngeblog ana juga udah pernah minta nasehat kepada beberapa ikhwah tentang kegiatan ngeblogku ini dan betapa kecewanya ana ketika ana minta nasihat malah tidak dibalas. Tidak hanya itu, di “dunia nyata” pun juga sama, ana minta nasihat baik yang lewat email atau sms juga gak dibalas. Sering sekali ana minta nasihat sama ikhwan-ikhwan, tapi kok malah gak dinasihati padahal ana amat butuh. Yah, gak tahulah kenapa. Astaghfirulloh… kok ana malah “curhat” lagi ya? Afwan, ana orangnya emang seperti ini, Akh.

    Iya, deh, semua postingan2 yang berupa “curhat2an” yang sebenarnya hanya layak dibaca buat ana pribadi mulai sekarang ana hapus. Ana akan usahain untuk lebih hati-hati sama apa yang ana tulis, karena ini semua ‘kan juga akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat nanti. Sekali lagi, jazakalloh, Akh…

    Insya Alloh, Akh, kalo ana udah mulai kuliah lagi antum bisa ketemu sama ikhwan yang “menghebohkan” ini:) Ana masih di Klaten soalnya.

    Wafiikum barokalloh…

  14. dr.Abu Hana :: أبو هـنـأ ألفردان :: Says:

    Bismillah,

    Salam kenal dari saudaramu fillah di Bandung Timur..

    Tetap semangat ya, teruslah Tholabul ‘ilm dan berkarya.

    Baarokallaahu fiikum.

    dr.Abu Hana
    http://kaahil.wordpress.com

    Salam kenal juga, Pak Dokter..
    Wafiikum barokalloh.

  15. bangkit Says:

    waah an ktwa bc komentr ttg curhat2n,’afwan ya, bkn maksud apa2 cuma lucu aj,, hebohny abu iman klihatn dr tulisannya,akhrnya ada jg yg berani mnasehati,baguslah…., baarokallohu fiikum

    ana nulis ttg curhat2an sebenarnya bukan bermaksud bikin heboh,cm bingung aja mau nulis apaan.hehehe…

    kpn2 kalo ada tulisan2 ana yg error lagi (ya mudah2an aja enggak) dibetulin ya.ana siap kok dinasihati:)

  16. abusalman007 Says:

    Bismillah

    salam kenal akh, ana abu salman, antum orangnya yang mana y? kajian di alhasanah juga to??

    Barakallahu Fiikum

    salam kenal juga,

    ana yang kayak preman itu loh.. rambut gondrong, biasanya pake gamis ijo, jarang pake kopiah (waduh..! dulu sih pakenya imamah, hehe). ana juga kajian di alhasanah. besok2 antum bs ketemu insya Alloh.

    wafiikum barokalloh

  17. abusalman007 Says:

    oo, yg itu bukan to? (garuk2 kepala mode ON)

  18. arif Says:

    paiman piye kabare ki aku arif koncomu sd disek kae lhooooo

    salam wae kanggo himawan, mulyono, dll

    situ sapa ya, ngaku-ngaku temen SD-ku? hehehe…just kidding!

    Ini beneran antum, Ridwan Arif Widodo? Wah…dah lama sekali yah kita ndak ketemu, semenjak lulus SD antum kemana aja, akh?

    Ya, kapan2 ana sampaikan salam antum, insya Alloh. Sampaikan juga salamku sama mas giyanto yah..

  19. Istiyanto Says:

    Bismillah
    Assalamu’alaikum
    Salam kenal Akh, saya juga dari klaten
    Oiya salam buat Giyanto, dulu pernah satu kampus biru di Yogya.

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh
    Salam kenal juga, insya Alloh akan ana sampaikan salam antum kalo nanti udah “ketemuan” sama beliau..

  20. aa Says:

    assalamu’alaikum akh..
    salam kenal ya..

    wa’alaikumussalam warohmatulloh..
    salam kenal juga dari saudaramu, Paiman bin Bandi al-Klateni..

  21. problemamuslim Says:

    Assalamu’alaykum,

    Kunjungan balik ya akhi.

    Ngomong2 ini hasil tulisan antum sendiri ?
    Ada baiknya memperhatikan pemilihan kata2 yang tepat ya akhi. Karena di dunia maya masih banyak orang yg awam. Jangan mereka lari karena kekasaran kata2 yang kita pilih. Afwan, hanya saran aja.

    BarokAllahu fiiykum

    Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,

    Iya, kebanyakan tulisan di blog ini adalah hasil karya ana (sayangnya banyak tulisan2 yang ana hapus, jadi tinggal dikit deh).
    Jazakallohu khoiron katsiron atas sarannya. Insya Alloh mulai sekarang ana usahain untuk berhati-hati dalam memilih kata2.

    Wafiiykum barokalloh

  22. nurul Says:

    Assalamu’alaikum
    TELAH TERPILIH, kalimat terakhir dari 3 paragfar terakhir (ruwet bgt). kata yang cocok memang buat antum, salam kenal dari ana
    Wassalamu’alaikum….

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh
    Coba baca berulang-ulang. Insya Alloh nanti jadi tahu sendiri apa maksudnya:)

  23. anti murjiah gaya baru Says:

    istighfar akh!!

    kata yang pantas buat akh paiman yang sok tau itu, bismillahahirohmanirohim:
    buat pembaca sekalian, diakhir zaman telah bermunculan bnyak paham sesat dan menyesatkan, menganggap dirinya paling benar, dan berani memvonis akhirat kedudukan seseorang disurga atau neraka, padahal ketauhilah, vonis akhirat hanyalah hak Alloh semata. seseorang tidak boleh sembarangan ngomong tanpa batas, saudele dewe, katanya anti syirik, anti bid’ah, anti khurofat. eh ternyata ma hukum thoghut aja disembah2 dan dilindungi penguasa yang jelas tidak menerapkan syariat islam.
    apakah anda mengira bahwa anda itu benar, ulama ahlusunah waljamaah sepakat, bahwasanya suatu negri dimana di negri itu yang diangkat hukum adalah hukum thoghut, maka negri itu bukan ngri islam!, katika kami mengatakan al haq, dan menentang kedzoliman penguasa ini, eh ternyata ada umat islam sendiri yg membela, dg mengatakan negri ini negri islam, pak SBY ulil amri kita…beuh…dasar salapikroh!!, salapilih lu!!
    jelas2 hukum yg tegak bukan hukum islam, kok negara dianggap ngri islam, tanyain tu ke ust2 antum “” salafi-salafian” ingat ya akh, ulama alusunah sepakat maka jika antum menentang ulama salaf maka jngan ngaku2 salafiyun dunk!! jauhh apalagi berani mengkafirkan teman2 SMAnya….!!!
    jangan sok tau lu, asal ngocos aj!!

    awa sinyalemen paham irja’i muncul kembali biasanya mereka mengklaim dirinya “ahlussunah” pdhl 100% menyelisihi ahlussunah!!
    semoga engkau diberi hidayah oleh Alloh!!

    Astaghfirulloh…

    Antum bilang “Salafi itu sesat”. Antum bilang “Pemerintah itu thoghut”. Antum bilang “Indonesia itu negeri kafir”. Allohul musta’an.

    Ketahuilah, wahai orang yang dianugerahi akal!

    Sebagaimana dimaklumi, bhw ahlus sunnah wal jama’ah itu adalah para shohabat Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan yang berjalan di atas manhaj mereka dan menempuh jalan mereka sampai hari kiamat. Ahlus sunnah wal jama’ah tidak menyendang nama ini “ahlus sunnah wal jama’ah” kecuali setelah munculnya kebid’ahan, berbilangnya golongan-golongan yang sesat, dan masing-masing mengajak kpd kebid’ahan serta hawa nafsunya seiring dg penisbahan mereka scr lahiriah kpd Islam.

    Dari sinilah mau tidak mau ahlul haq harus dikenali dg nama2 yg membedakan mereka dr golongan lain dari kalangan pelaku bid’ah dan penyimpangan dlm aqidah. Lalu muncullah nama mereka yang syar’i, berdasarkan nash2 (dalil2) syaro’. Di antara nama2 mereka adalah: Ahlus sunnah, Ahlus sunnah wal jama’ah, Al-Firqotun Najiyah, Ath-Thoifah Al-Manshuroh, dan Ahlul Hadits wal Atsar.

    Namun, ketika sebagian kelompok bid’ah menamakan dirinya pula sbg ahlus sunnah, padahal mereka tdk berjalan di atas aqidah ahlus sunnah wal jama’ah, dari sinilah ahlus sunnah wal jama’ah menamakan dirinya “Salafiyyun”, dan mereka mutlakkan dakwah mereka sbg dakwah salafiyah. Mereka sifatkan sikap ittiba’ (mengikuti) Al-Kitab dan As-Sunnah hrs dg pemahaman salafus sholih dari kalangan shohabat, tabi’in dan orang2 yg mengikuti mereka dg baik, dari tokoh2 yg dikenal berpegang dg As-Sunnah dan dikenal keimamannya dlm hal tersebut, serta menjauhi bid’ah dan men-tahdzir umat dari kebid’ahan itu.

    Salafi adalah penisbatan kpd Salaf. Salaf di sini yg dimaksudkan adalah mereka para shohabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in, dan mereka semua yg tdk menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah. Adapun orang2 yang ro’yu-nya menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah, meskipun mereka hidup di tengah2 para shohabat dan tabi’in, mereka bukanlah Salafi. Silakan antum pelajari aqidah dan manhaj Salafi, niscaya akan antum temui kemurnian aqidah dan manhaj yang sesuai dg pemahaman para shohabat ridhwanulloh ‘alaihim ajma’in, dan jauh dari apa yg antum katakan “sesat” itu.

    Demi Alloh, keluarnya ana dari NII adalah semata karena sadar akan rusaknya aqidah dan jahatnya pemikiran NII. Kalau antum sadari, ya Akhi karim, NII itu pemikirannya persis spt kelompok Khowarij yg pernah dikabarkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam. Apakah antum bangga mendapat julukan “kilaabunnaar” (anjing2 neraka), ya Akhi? Apakah antum senang mendapat julukan “syarru qotla tahta adiimissamaa’” (seburuk-buruk manusia yg terbunuh di kolong langit)?

    Ya, biarlah sejarah mencatatku sbg seorang yg “sok tahu”, kalau memang menyuarakan al-haq itu dianggap demikian. Yang paling penting, aku sekarang bukanlah NII. Saksikan bahwa aku seorang Salafi!

    Ketahuilah, wahai orang yang dianugerahi akal!

    Tolok ukur suatu negara dinyatakan sebagai Daulah Islamiyyah atau Daulah Kafiroh adalah kondisi penduduknya, bukan sistem hukum yang diterapkan dan bukan pula sistem keamanan yang mendominasi negeri tersebut, sebagaimana diterangkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. (Majmu’ Fatawa, 18/282)

    Sebagian ulama menyebutkan bahwa Daulah Islamiyyah adalah: Sebuah daulah yang mayoritas penduduknya muslimin dan ditegakkan padanya syi’ar-syi’ar Islam seperti adzan, sholat berjamaah, sholat Jum’at, sholat ‘Id, dalam bentuk pelaksanaan yang bersifat umum dan menyeluruh. Dengan demikian, jika pelaksanaan syi’ar-syi’ar Islam itu diterapkan tidak dalam bentuk yang umum dan menyeluruh, namun hanya terbatas pada minoritas muslimin maka negeri tersebut tidak tergolong negeri Islam. Hal ini sebagaimana yang terjadi di beberapa negara di Eropa, Amerika, dan yang lainnya dimana syi’ar-syi’ar Islam dilakukan oleh segelintir muslimin yang jumlahnya minoritas. (lihat penjelasan ini dalam kitab Syarh Tsalatsatul Ushul oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rohimahulloh)

    Sehingga dengan demikian, negeri seperti Indonesia ini adalah termasuk negeri Islam. Karena syi’ar-syi’ar Islam, baik sholat berjama’ah, sholat Jumat, sholat ‘Id, dilaksanakan secara umum di negeri ini. Demikian juga, adzan senantiasa berkumandang setiap waktu sholat di masjid-masjid kaum muslimin.

    Sekarang ana tanya, ulama ahlus sunnah wal jama’ah yang mana yg mengatakan bhwsanya suatu negri dimana di negri itu yang diangkat hukum adalah hukum thoghut, maka negri itu bukan negeri Islam? Subhanalloh! Segera buang jauh2 pemikiran bathil yg antum anut itu, ya Akhi! Dulu anapun juga pernah sama permikirannya spt antum, tapi walhamdulillah Alloh menunjuki ana ke pemahaman yg benar. Dan tahukah antum, ana tahu hal ini dari salah seorang pimpinan kalian yg telah keluar!

    Ana tegaskan sekali lagi, Indonesia adalah termasuk negeri Islam! Dikatakan demikian karena mayoritas penduduknya muslimin dan ditegakkan padanya syi’ar-syi’ar Islam spt yg telah disebutkan di atas, sekalipun sistem hukum yg diterapkan bukanlah berdasar sumber hukum Islam.

    Na’am, selanjutnya akan ana jelaskan kenapa kita wajib taat kepada pemerintah selama bentuk ketaatan itu bukan dalam rangka kemaksiatan.

    Rosulullah shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku wasiatkan kepada kalian untuk mendengar dan taat walaupun yang berkuasa atas kalian adalah seorang budak Habasyi.” Ini adalah sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam untuk menunjukkan betapa penting mendengar dan taat kepada pemerintah yang muslim. Dalam sebuah hadits, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Barangsiapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Alloh. Barangsiapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Alloh. Barangsiapa yang taat kepada penguasanya berarti dia telah taat kepadaku. Dan barangsiapa yang durhaka kepada penguasanya berarti dia telah durhaka kepadaku.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim dari shohabat Abu huroiroh rodhiyallohu ’anhu)

    Maka mendengar dan taat kepada pemerintah kaum muslimin merupakan perkara yang diperintahkan oleh Islam. Tentu saja mendengar dan taat yang diperintahkan oleh Islam itu dalam batas norma-norma kebaikan. Semuanya harus berpijak kepada ajaran Al Quran dan As-Sunnah. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Sungguh ketaatan itu hanya dalam perkara yang baik.” (HR. Al-Bukhori dan Muslim dari shohabat Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu ‘anhu)

    Adapun untuk yang selain kebaikan, kita tidak diperintahkan untuk mendengar dan taat kepada pemerintah. Namun bukan berarti bahwa kita diperbolehkan melakukan tindakan-tindakan yang menjatuhkan kewibawaan pemerintah tersebut. Oleh karena itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

    “Penguasa itu adalah naungan Alloh diatas muka bumi, maka barangsiapa yang memuliakannya niscaya dia akan dimuliakan oleh Alloh. Dan barangsiapa yang menghinakannya niscaya dia akan dihinakan oleh Alloh.” (HR. Ibnu Abi ’Ashim dan yang selainnya, dari shohabat Abu Bakroh rodhiyallohu ’anhu, dihasankan oleh Syaikh Al Albani rohimahulloh)

    Ya Akhi, kita diperintah untuk mendengar dan taat kepada pemerintah kita dalam segala kondisi, baik sewaktu sulit atau mudah, suka atau murka, bahkan walaupun mendzolimi kita, selama tidak mengandung maksiat kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh sebab itu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah mengambil ba’iat dari para shohabatnya –semoga Alloh meridhoi mereka seluruhnya- agar tetap mendengar dan taat kepada penguasa mereka. Sebagaimana yang dinyatakan oleh sebagian shohabat: “Baik dalam keadaan kami suka maupun tidak suka”. (HR.Al Bukhori dan Muslim dari shohabat Ubadah bin As-Shomit rodhiyallohu ’anhu)

    Wahai kaum Muslimin!

    Berhati-hatilah thd kaum teroris khowarij para perusak. Karena apabila pemikiran khowarij ini terdapat pd suatu masyarakat, maka mereka pasti binasa, sebab mereka akan merusak dg sangkaan berbuat perbaikan dan mereka membinasakan dg sangkaan mendekatkan diri kpd Alloh. Mereka membunuh nyawa2 yg tidak bersalah dan menumpahkan darah yg terjaga dg sangkaan berjihad di jalan Alloh. Apa yg terjadi di negeri kita ini adalah bukti yg paling nyata.

    Wahai kaum Muslimin!

    Sesungguhnya pemikiran ini apabila terdapat pd suatu masyarakat, mk akan tersebar di tengah mereka kekacauan, pertikaian, kegoncangan, ketakutan, ketidakamanan, kegelisahan dan hilangnya ketenangan. Apabila tersebar pemikiran khowarij ini pada suatu masyarakat, maka akan lenyaplah agama dan amar ma’ruf nahi munkar dari mereka dan akan memicu munculnya kerusakan dan tindakkan merusak.

    Maka kebaikan apakah pd masyarakat yg telah dikuasai oleh para perusak dan menjadikan orang2 mengadakan perbaikan dan pelaku2 kesholihan dan ketaqwaan sbg yg terzholimi -dg disifatkan oleh para perusak itu sbg orang2 mundur lagi penakut-?

    Sesungguhnya mereka telah puas menganggap masyarakatnya telah murtad dan masyarakatnya telah menjadi kafir serta membolehkan semua yg diharomkan. Mereka meyakini bhw masyarakat itu adalah kaum kuffar yg halal darah dan hartanya. Dan dibangun di atas keyakinan tsb mereka menghalalkan harta, darah, kehormatan dan segala sesuatu yg ada pd mereka.

    Ketahuilah, sbg penyandang pemikiran kaum teroris Khowarij ini ketika perkara mereka tersamar, sebagian mereka pun menganggap boleh membunuh ayah dan ibunya sendiri. Maka lihatlah, hingga batas mana penganut pemikiran ini terbawa kpd kehinaan.

    Wahai kaum Muslimin!

    Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Akan datang di akhir zaman nanti suatu kelompok yg masih muda lagi dangkal pemahamannya, mereka berbicara menggunakan ucapan sebaik-baik manusia. Tetapi mereka keluar dari Islm spt keluarnya anak panah dari sasarannya. Keimanan mereka tdk melewati kerongkongan mereka. Di manapun kalian dapati mereka, maka perangilah mereka. Sesungguhnya memerangi mereka adalah pahala pd hari kiamat bg org yg memeranginya.”

    Keluarnya kelompok Khowarij dari agama ini maknanya bhw mereka keluar tnp membekas sedikitpun ajaran agama ini pd diri mereka.

    Wallohu a’lam bish-showab.

  24. anti murjiah gaya baru Says:

    hehe, afwan sebelumnya, saya sambil tertawa kecil dlu yaa….. smbil membaca tulisan antum yang lucu dan imiuut ini…..
    seperti p-man yg ana kenal dulu, lucu dan imut :)

    mau nanggapi dlu ya.. (scrol tarik atas)
    yups setuju buat definisi ahlussunah waljamaah yg antum jabarkan diatas.
    nah mulai dr sini “dari sinilah ahlus sunnah wal jama’ah menamakan dirinya “Salafiyyun MAZ’UM”,” kenapa saya tambahkan kata MAZ’UM disini, ya soalnya pantas karena pada dasrnya mereka hanya mengklaim dirinya pengikut para salaf, tapi aplikasi menyelisihi salafusholeh itu sendiri. (MAZ’um= pengaku). orang2 ahlussunah tidak mengklain dg nama salafi saja, tapi mereka tetap berjalan diatas manhaj ahlussunah, tanpa menggunakan kata2 tertntu yg bisa mewakilkan buat mereka, karena persoalan ini yg menilai hanya Alloh. akhi ketauhilah, seorang saja tanpa masuk organisasijamaah tertentu apabila dia loyal dg keislamannya dan punya paham yg lurus, maka dia pantes disebut ahlussunah, beda ma beberapa orang atau jamaah tertentu yg mengklaim dirinya ahlussunah tapi dalam masalah tauhid lailahailaloh melenceng salah satu pondasinya saja misalkan dalm hal berhukum dengan menyetujui atau tidak menentang 1 hukum saja dalam alQur’an maka tidak pantas mengkalaim dirinya ahlussunah. karena pada dasarnya itu tidak ada dalm rumus islam. jadi intinya siapapun walopun hanya 1 orang ttpi dalam kehidupannya mengaplikasikan alqur’an dan assunah dengn phm mnhaj salafusholeh itu berhak menyandang predikat “ahlussunah” ya klo dr bhsa ente “salafi sejati”

    lanjut “wah maaf sambil ngekek nie baca tulisan antum”
    NII? siapa NII?? antum mantan NII? anak-anak rohis sumanca paham NII? wedew SALAH TOTAL bro!!! yups pantes makanya ana bilang antum “sok toy, sok tau, sok teu” makanya jngan cuma taqlid ke ustad2 antum akh, pelajarin dg seksama, teliti dulu sebelum mebeli, eh salah, mksudnya teliti dlu sebelum memvonis itu!! whot’s wrong rohis sma engkau vonis “anjing2 neraka”, apa salah mereka men!! berikan bukti kesalahan2 mereka hingga vonis bisa jatuh ke mereka,, kabar ini dah santer jd perbincangan dikalangan forsima dan forisma SMA tt tuduhan keji antum yg tanpa bukti dan konyol itu, (weis jd artis ni buat genegrasi forsima artis hot heheh)
    klo kenyataan ky gni, ana malah bisa suudzon keantum, apakah dia khowarij yang mengkafirkan seseorang tnpa sebab yg jelas?? tp disisi lain antum punya paham irja’i yg tidak mengkafirkan pemerintah yg berhukum setan!! (ngakak sekrang wakakakak) mudah2an ini dugaan aja
    saya takut klo antum terjerumus ke paham salafi mazum yg hakikat mereka sebenarnya adalah telah disimpulkan oleh banyak ulama dan du’at di zaman kita dengan dua kalimat : [ Mereka itu khawarij mariqun terhadap du’at, murji’ah zanadiqah terhadap para thoghut ]

    Terhadap para du’at yang tulus mereka (bertindak) seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar radliyallaahu ‘anhu : <>.
    Sedangkan terhadap para pemerintah thoghut dan para penanggung jawab khamr maka mereka itu bersikap dengan paham orang-yang mengatakan :<>

    jadi fahami ya, kami bukan NII yg kalian sangka, kita g kenal fiqroh NII abu toto ataupun kw9, kitapun g ada ikatan dg assyahid SM karto suwiryo tapi kita hanya ada ikatan iman sesama muslim.

    lanjut, maslah daulah islamiyah para ulama salaf berbeda pendapat disini, ada yg membagi menjadi tiga bagian yaitu negeri islam, negri kaum muslimin, negeri kafir.
    1. negeri islam : dibawah kekuasaan muslim yg menegakkan hukum islam secara tegas dan 100%, diterapkan jizyah buat ahlul kitab, dan diperangi mereka yg musyrik, melakukan kudeta militer tidak diperbolehkan, karana amir tdk melalukan hal-hal kemusyirikan tetapi hnya dzolim atau nifaq, karena jika kudeta dilancarkan, madhorotya akan lbh besa.r
    2. negeri kaum muslimin: diidentifikasi dari segi penduudknya yg mayoritas muslim, walopun hukum islam tegak disini, hal ini muslim diperbolehkan untuk menentang dan mengkudeta para penguasa yg musyrik dan murtad, dan tidak menegakkan hukum islam jika telah mampu, klopun belum maka harus selalu i’dad untuk menyiapakan segala kekuatan.
    3. ngri kafir : ngri dimana hukum islam tidak dijunjung, jika ada muslim disini mendapt ancaman dan tidak aman untuk diperintahakn hijrah, jika mereka tetap bertahan mereka harus mendakwah kan islam disana. ngri kafir wajib diperangi oleh kaum muslimin.

    pendapat yg kedua adalh para ulama ahlussunah membagi 2 kategori (ibnu taimiyah):
    negeri islam dan negri kafir :
    1.ngeri islam ; cri yg pertama adalah ditinjau dari hukum yg berlaku disana, jika hukum islam maka jatuh pada negara islam walopun mayoritas penduduknya kafir, dan amirnya dan pengurusnya adalh islam.
    2. negri kafir: walopun penguasanya “muslim” scara dhohir tetapi hukumyg ditegakkan bukan hukum islam dan mayoritasnya walopun muslim tapi akan jatuh sebagai kategori negara kafir. muslim wajib menyusun kekuatan untuk iqomatudin menegakkan syariat islam dan menjadikan hukum Alloh tegak di negri ini.

    nah itu akh, paham antum jdi mana ngri indonesia ini masuk??? bisa antum pikir degn otak dan hati yg bersih antum??
    jadi ana sarankan, jika ada sekelompok orang berusaha untuk menggantikan hukum di negri ini menjadi hukum Alloh, jngan panggil sebutan engan kaum khowarij, jelas beda kaum khowarij dg kita, kami tidak mengkafirkan sahabat2 rosululloh, kami pun tdk mudah memvonis seseorang kafir atau tidak kecuali ada ayat2 yang menunjukkannya!! kaum khowarij adalah memberontak di ngri islam, sedangkan negri islam itu sekarnag tidak ada kecuali tertentu saja yg mereka sekarang sedang angkat senjata melawan kaum penjajah aqidah amerika dan antek2nya!!

    renungkanlah dg hati yg tulus , jngan terbawa emosi dan hanya taqlid ke atasan antum, semua itu tidak berfaedah sedikitpun!!

    jadi biar g menjadi fitnah lanjutan, cabutlah fitnah2 yang anda luncurkan lewat tangan kotormu itu atau kuncilah bibirmu itu, biar anda selamat, seseorang yg memfitnah tanpa bukti yg jelas bagaikan makan bangkai temannya sendiri.
    wallohu’alam bisshowab..
    semoga engkau diberi pemhaman yang lurus sesuai para salafussholeh dahulu, bukan para pengklaim salaf!!

    Bismillah,
    Ana tidak menyatakan kalau FORISMA/FORSIMA itu NII, tetapi ana menyatakan bhw dulunya ana adalah NII. Ana masuk NII sejak lulus SMP. Maksud dari pernyataan ana ttg jama’ah yang mengatasnamakan negara Islam itu ya NII itu, bukan FORISMA, Rohis SMA kita. Namun, jika pemahaman bathil antum itu mewakili FORISMA/FORSIMA, maka berarti pemahaman FORISMA/FORSIMA itu memang sama seperti NII, meski dalam perkara-perkara tertentu berbeda. Wallohu a’lam.

  25. anti paham sesat Says:

    dik paiman yang lucu…
    saya masih ingat ketika adik masih kecil, tiap sore belajar iqro’ di dekat kretek dengkeng” inget ngak??
    ana kaget, skrng dah pinter menilai orang lain ya..
    si A NII lah… si B Khawarij lah.. dsb
    ana cuma pesan.. lihatlah diri antum di dpn cermin uk. 70 x 170 lalu baca do’a bercermin..
    perbanyak istighfar…

    ya, ana msh inget. terima kasih.. berkat mbak happy ana bs membaca al-quran. banyak kenangan manis saat ana msh belajar di rmh antum bersama adik ana dulu.

    terima kasih atas pesannya..

  26. bangkit Says:

    sabar…sabar…
    anjing menggonggong,kafilah berlalu

    ingat sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan kaum khawarij?”khawarij, kilaabunnaar (anjing2 neraka), kilaabunnaar..”, na’udzu billaah min adh dholaal wal kufur

  27. bangkit Says:

    http://www.jihadbukankenistaan.com

  28. Abu Dzakir Says:

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarhokatuh

    Akh Paiman, kenalkan ana ahmad (kunyahnya Abu Dzakir). Jujur ana baru mengenal dakwah salaf, dan sekarang berusaha istiqomah untuk mengkaji Islam yang Haq dengan cara dan manhaj yang Haq.

    Di Makassar ana kajian dengan Ustadz Dzulkarnaen Bin Sanusi, juga kepada kakak beliau, Ustadz Khaidir Bin Sanusi.

    Ana juga mohon nasehatnya terhadap blog yang ana kelola (http://muslim-sinjai.co.cc).Jazakumullahu khair…

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarhokatuh…
    Abu Dzakir (Ahmad)

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokaatuh
    Alhamdulillah, semoga kita semua bisa tetap istiqomah dalam meniti jalan/manhaj yg haq ini. Amiin.

Leave a Reply